KABAR UTAMA

KPI Gelar Dan Loncing Maskot Literasi Sejuta Pemirsa Perdana di Pulau Leebong

Belitung,Seputarbabel.Com — Pulau Leebong, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung yang memiliki luas daratan 37 hektar disisi barat Pulau Belitung. Memiliki panorama laut yang indah, diisi dengan pemandangan bakau di sepanjang sisi pelabuhan dengan hamparan pasir putih, menjadi tempat dan agenda perdana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Lembaga Negara Independen gelar kegiatan literasi Sejuta Pemirsa (KLSP) Cerdas Bermedia menuju siaran berkualitas ditahun 2021.

Tak hanya itu, ditempat yang sama KPI juga meloncengkan maskot gerakan literasi sejuta pemirsa yang bergambar burung elang itu di Pulau Leebong.

“Sebagai awal kegiatan KPI ditahun 2021 literasi se-indonesia bermula dari Belitung. Hari ini, sekaligus meloncingkan maskot gerakan literasi sejuta pemirsa berupa burung elang yang memberi salam literasi,” kata Komisioner KPI Pusat Nunung rodiyah, Kamis (18/02/21).

Ia menjelaskan, burung elang adalah salah satunya sosok yang mandiri, sosok yang berani. Dengan itu pula, maksud dari maskot burung elang sebagai menstimulasi masyarakat untuk semangkin berani menyampaikan temuan dan tontonan yang kurang bermanfaat ke KPI.

“Maksud dari burung elang sebagai menstimulasi masyarakat dan pendengar radio untuk semakin berani bila ada temuan-temuan masyarakat melihat dan tontonan yang kurang bermanfaat dan tidak berkualitas agar berani menyampaikan ke kami ke Komisi Penyiaran Indonesia,” lanjut Nunung

Ia mengatakan, keberanian berikutnya adalah untuk selalu menyebarluaskan konten-konten baik dan program siaran yang baik, karena semakin diviralkan semakin disebarkan. Maka program siaran yang baik akan semakin banyak ditonton oleh masyarakat.

“Dengan menyebarluaskan konten-konten yang bak, tentunya yang ditonton adalah yang baik pula. Industri televisi dan radio nantinya akan memproduksi program yang baik pula karena asumsinya masyarakat hari ini sukanya yang baik. Maka itu, harus memproduksi hal yang baik. Kalau tidak terus memberanikan diri menyampaikan sesuatu yang baik, tentunya kita akan terhenti disini,” paparnya.

Nunung berharap, KPI Tahun 2022 bisa menuju analog digital. Menurutnya, dengan digital penyiaran masyarakat nantinya akan mampu menjalin informasi, khususnya di kondisi masyarakat Belitung yang masih sulit ekonomi.

“Nanti kita tidak perlu lagi berlangganan bisa menikmati informasi secara gratis. Kemudian dengan konsekuensi kami tetap mendorong pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang baik. Diantaranya adalah bagaimana wilayah jaringan Belitung ini agar pemancar-pemancar siaran digitalnya bisa berfungsi dengan baik. Sehingga masyarakat tidak lagi diberatkan oleh ongkos pembayaran,” paparnya.

Ia katakan, disaat masyarakat medapatkan peran media, baik televisi dan radio secara gratis. Maka masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada teman media, karena bagaimana pun peran media penyiaran dalam pengembangan potensi didaerah sangat diperhitungkan dalam memberi diinformasi secara luas,” paparnya.

Nunung berharap, kepada pemerintah daerah khususnya Kabupaten Belitung agar turut serta mendukung program gerakan literasi sejuta pemirsa untuk benar-benar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa memilih program siaran secara baik sehingga kualitas sumber daya manusia di Indonesia juga akan semakin baik.

“Berharap kepada pemerintah daerah khususnya kabupaten Belitung agar mendukung program gerakan literasi sejuta pemirsa agar memberikan edukasi kemasyarakat untuk memilih program yang baik sehingga SDM di Indonesia nantinya akan semangkin baik,” tutupnya.

Turut hadir, Hardly stefano komisioner KPI pusat, Mulyo Hadi Purnomo wakil ketua KPI pusat, Nikolaus lumanau narasumber acara gerakan literasi, Irsal Ambia komisioner KPI pusat, Umri kepala sekretaris KPI pusat, Owner Leebong Island Resort Tellie gozalie, SE,Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S. Sos.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker