Bangka BelitungKABAR UTAMA

Dugaan Pungli Parit Enam, PP Akan Laporkan Balik Dugaan Pelanggaran UU ITE

 

Pangkalpinang, seputarbabel.com – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda, Hardianda membantah tuduhan pungli yang dilakukan MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, Jumat,(22/1/2021)

Ia menceritakan, kronologis kejadian itu pada hari Jumat sore sekitar pukul 17.07 WIB, tanggal 20 Maret 2020, terjadi pertemuan terakhir dengan pengurus Kafe Parit Enam Thoheran, Shobri dan Cecep dengan Pengurus MPC Kota Pangkalpinang.

Mereka meminta MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang untuk dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Parit Enam.

“Setelah koordinasi dengan MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, kawan-kawan sepakat untuk anggota yang tidak bekerja di tempatkan di sana,”ucapnya.

Asuy sapaan akrabnya ini menyebutkan setiap tanggal 10 salah satu anggota MPC PP Kota Pangkalpinang diutus untuk mengambil uang gaji anggota yang bekerja di Parit Enam.

“Pengambilan gaji satu pintu melalui Shobri biasa dipanggil, yang sebelumnya sudah meminta terlebih dahulu ke wisma- wisma yang aktif di Parit Enam. Tetapi di bulan terakhir September salah satu pelapor Supandi Wibowo bersama Cecep, meminta Satria anggota PP untuk membawa stempel PP, tanpa diketahui rekan-rekan pengurus PP lainnya, sehingga Satria menstempel dari bukti pengambilan uang semua dari awal,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Syorif Wakil Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Propinsi Kep. Bangka Belitung menambahkan, karena ini Permasalahan Organisasi Pemuda Pancasila yang sebelumnya sempat di minta keterangan dari Ketua MPC Kota Pangkalpinang, maka banyak pihak yang ini bermain maka kami kompak untuk masalah ini.

“satu anggota pemuda pancasila di cubit semua merasa sakit” pungkasnya

Wakil ketua IV Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Bangka Belitung Akmad Shorif, saat ditemui di kantor Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, membantah laporan terkait dugaan penipuan yang ditujukan kepada ormas Pemuda Pancasila.

“Kami hanya mengambil uang jasa keamanan, tuduhan pungli tidak memenuhi unsur, ini fitnah,” terangnya.

Dirinya berpendapat, tidak ada pelanggaran karena apa yang dilakukan adalah bagian dari pekerjaan keamanan di lokasi tersebut.
“Bersama Badan Penyuluhan dan Pembelaan hukum Pemuda Pancasila akan mengkaji laporan yang dituduhkan kepada kami , ini akan kami laporkan balik.

Pihak Pemuda Pancasila akan mempelajari kasus ini dan akan melaporkan apakah ada unsur pelanggaran UU ITE lantaran video sudah menyebar di media sosial.

(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker