Bangka BelitungBANGKA SELATANKABAR UTAMANEK NGETOP

Bersama PT Timah Terus Lepasliarkan Satwa

Peringati Hari Primata Dunia

Seputarbabel.com, Bangka Selatan – Animal Lovers Bangka Island (Alobi) Foundation terus lakukan lepasliarkan satwa bersama berbagai pihak. Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi di Air Jangkang, adalah kerjasama degan PT Timah Tbk. Lokasi PPS di Ksampong Reklamasi PT Timah ini terus melepasliarkan berbagai satwa.

Berita Lain          Laman Awal          Berita Lainnya

Lepasliarkan satwa kembali dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), komunitas Univesitas dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kegiatan dilakukan Kamis (21/1/2021) di Hutan Konservasi pulau Bangka. 6 satwa langka dilepasliarkan adalah endemik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

4 ekor kukang atau Nycticebus Bancanus dan 2 ekor Musang Pandan (paradoxurus hermaprhoditus) adalah satwa tersebut. 6 satwa dilepasliarkan ini merupakan serahan masyarakat, usai direhabilitasi di PPS Alobi Foundation sekitar tiga bulan. Ketua Alobi Foundation, Langka Sanie mengatakan sejak tahun 2014 hingga 21 Januari 2021. Alobi bekerjasama dengan stakeholder telah melepasliarkan sekitar 7102 ekor satwa ke habitatnya.

Ia mengatkan, beberapa tahun belakang, Alobi Foundation didukung PT Timah dalam merehabilitasi satwa di kawasan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. PPS Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, saat ini sedang merehabilitasi sebanyak 112 ekor satwa dengan kapasitas 36 kandang. “Sejak Tahun 2018 PT Timah mendukung kita, mendukung penuh,” ujar Langka.

Proses rehabilitasi PPS Air Jangkang, memiliki berbagai satwa dari mulai sitaan, satwa tangkapan yang berkonflik dengan manusia, satwa titipan BKSDA dan serahan masyarakat. Satwa yang direhabilitasi juga tidak hanya endemik Babel dari berbagi wilayah di Indonesia juga ada, seperti beruang. “Kita sangat apresiasi pergerakan PT Timah yang konsisten menjaga keanekaragaman hayati. Kita berharap tetap konsisten mendukung pelestarian satwa liar,” pinta Langka.

Kepala Resort Bangka, BKSDA Sumsel, Septian Wiguna menerangkan, habitat satwa banyak yang tergerus akibat aktivitas manusia. Sehingga mestarikan satwa merupakan tanggungjawab kita bersama. “Pelestarian satwa ini banyak kendala karena habitatnya terganggu, tapi kita bersyukur ini banyak didukung seperti dari PT Timah,” katanya.

Ia juga optimisi dengan terus didukung lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan forum BUMN akan mampu menjaga kelestarian satwa. “Kerjasama penting, dengan kita sama – sama menjaga satwa kita. “Kita optimis dengan dukungan dari semua seperti BUMN, masyarakat dan NGO ini akan bisa melestarikan dan menjaga satwa kita,” harap Septian.

Berita Lain          Laman Awal          Berita Lainnya

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker