Bangka BelitungBELITUNG TIMURhukumKABAR UTAMASeputar Tambang

Aparat Harus Tegas! Tambang Ilegal Rusak Lingkungan

Seputarbabel.com, Belitung Timur – Air baku PDAM Gantung tercemar, karena penambangan ilegal di daerah aliran sungai (DAS) Lenggang. Aktivitas ponton rajuk tersebut, diyakini sudah terditeksi aparat penegak hukum. Apalagi lokasi penambangan tanpa izin tersebut, tidak dibenarkan menjadi lokasi produksi unit penambangan. Hanya saja penindakan baru akan memiliki efek jera, jika aparatur dan penyidik dalam penegakan hukum tegas.

Seperti dikatakan anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus, kemarin kamis (14/1/2021) kepada wartawan. “Saya yakin aparat sudah tahu betul mengenai maraknya TI Rajuk yang beroperasi di DAS Lenggang. Kita minta tegas beri tindakan kalau memenuhi unsur pidana. Tidak usah takut dengan adanya isu beking – bekingan,” keluhnya.

Jika proses pembiaran terhadap pelaku penambangan terus terjadi, ini merugikan masyarakat dan daerah. Sehingga peran pemerintah daerah (pemda) mendorong penegakan hukum sangat diperlukan. Ia berharap Bupati Belitung Timur (Beltim) terpilih, Burhanudin mengambil perannya.

“Tambang ilegal sudah lama terjadi dan merusak lingkungan. Meski nanti pemimpin berganti, saya kira Pemkab Beltim betul – betul memaksimalkan untuk penyelesaian masalah ini,” saran ‘senator’ asal daerah pemilihan (dapil) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini.

Ia juga menyampaikan banyak sekali di Beltim kita temukan ponton tambang ilegal. Metode penambangan tanpa izin, dikenal dengan sebutan ponton rajuk. Ditemukan beroperasi di wilayah terlarang untuk dieksploitasi, menurutnya tidak bisa dianggap sepeleh. “Ini tidak bisa dibiarkan karena masyarakat yang akhirnya dirugikan tak bisa mendapat air bersih,” pinta Alex, biasa ia disapa.

Ia mendapat laporan masyarakat Beltim terkait air PDAM sangat keruh. Ini dipastikan karena disepanjang DAS Lenggang beroperasi ponton rajuk. Herannya penertiban aktivitas tambang timah ilegal di Beltim, Senin (11/1/2021) telah dilakukan tim gabungan. “Saya mendapat laporan air PDAM di Beltim sekarang sangat keruh karena DAS Lenggang yang jadi sumber air dipenuhi TI Rajuk,” papar Alex.

Pemda diminta tegas untuk menindak pelaku tambang ilegal. Karen telah mencemarkan aliran air DAS Lenggang. Alexander juga berharap polisi tidak takut memproses hukum, bila ditemukannya aktivitas pertambangan yang melanggar hukum. “Pemerintah tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Pemkab Beltim harus segera menyelesaikan masalah ini karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” sambungnya.

Berita Lain          Laman Awal          Berita Lainnya

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker