Bangka BelitunghealthKABAR UTAMAPANGKALPINANG

RSBT Pastikan Tangani Lonjakan Pasien Covid-19 Secara Maksimal

Seputarbabel.com, Pangkalpinang- Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), institusi perawatan kesehatan profesional tentu punya standar prosedur dalam penanganan pasien. Begitu pun penanganan lonjakan pasien Covid-19, tidak mungkin sampai melakukan penolakan pasien. Karena hal itu tidak pernah dilakukan RSBT, telebih dalam penangan pasien Covid-19. RSBT harus merujuk pasien Covid-19 ke rumah sakit lain karena keterbatasan ruang isolasi.

Direktur Utama PT RSBT Dodi Setiabudi mengatakan, mereka tidak pernah menolak terkonfirmasi positif Covid-19. “Kami harus merujuk pasien baru karena kondisi ruangan isolasi kita full terus. Bukan menolak pasien tapi kita rujuk ke rumah sakit lain karena kondisi ruangan isolasi kita penuh,” jawabnya.

Ia menyatakan jika 27 ruang tempat tidur isolasi milik mereka adalah standar untuk Covid-19. Akibat melonjal pasien terpapar Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sejak Desember. Itulah penyebab ruang isolasi Covid-19 milik RSBT penuh, sehingga RSBT merujuk pasien Covid-19. “Kita memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan tetap harus maksimal sesuai dengan standar penanganan Covid-19,” jelas Dodi.

Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Babel ini menambahkan sejak awal pandemi Covid-19. RSBT terus menunjuk komitmen untuk bersinergi dengan stakeholder dalam melakukan penanganan Covid-19 bersama – sama. “Sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Babel, kami RSBT telah berkomitmen, bersinergi dengan stakeholder untuk bersama-sama menangani pandemi Covid-19,” terang Dodi.

RSBT sebagai rumah sakit BUMN telah menyiapkan ruang isolasi, melengkapi peralatan penanganan Covid-19. Juga menghadirkan laboratorium PCR untuk mempercepat mengetahui hasil tes Covid-19 hingga menyiapkan tenaga medis dan analis laboratorium. “Kita siapkan 17 dokter spesialis, 12 dokter umum, serta 97 orang Perawat dan Bidan dan 20 orang Analis Laboratorium,” lanjut Dodi.

Ia menjelaskan, sebelumnya RSBT hanya menyiapkan delapan tempat tidur isolasi Covid-19 di ruang Merpati. RSBT punya tmabahan ruang isolasi tambahan ruang di Mawar dan Rajawali karena lonjakan kasus. “Karen tingginya kasus maka kita tambah tempat tidur isolasi yang semula hanya delapan sekarang jadi 27 tempat tidur. Bahkan saat ini kita punya rencana menambah kembali tempat tidur isolasi di RSBT Pangkalpinang,” ungkap Dodi.

Ruang isolasi RSBT sudah penuh sejak Desember lalu, kondisi terus berlangsung hingga januari. Selama Desember, RSBT telah menangani 76 pasien terkonfirmasi Covid-19, 62 pasien dinyatakan sembuh. 5 orang meninggal dunia dan 9 orang masih menjalani perawatan. “Sampai bulan ini ruang isolasi Covid-19 terisi penuh. Januari 2021 terjadi penambahan pasien yang dirawat sebanyak 18 orang,” sambung Dodi.

Bukan hanya itu, dalam memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19, RSBT telah memisahkan ruangan unit gawat darurat (UGD) bagi pasien umum dan pasien yang memiliki gejala Covid-19. Mereka juga memberlakukan swab antigen bagi setiap pasien yang akan dirawat inap di RSBT. “Kita berupaya semaksimal mungkin menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai dengan standar penanganan yang telah ditetapkan,” tutup Dodi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker