Bangka BelitunghealthINFOTAINMENTKABAR UTAMAPANGKALPINANG

Sejak Masuk Holding IHC, RSBT Tetap Layani BPJS

PT Timah Masih Miliki Saham

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Memberikan pelayan kesehatan terbaik untuk masyarakat di setiap wilayah operasi PT Timah Tbk, tetap menjadi keharusan Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT). Walau pun kini telah menjadi bagian Indonesia Healtcare Corporation (IHC), selaku Holding RS Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama PT RSBT Dodi Setiabudi kepada wartawan media ini, Selasa (24/11/2020) malam mengatakan ini. Ia memastikan RSBT memberi pelayanan kesehatan untum Jaminan Kesehatan Sosial (JKS). Sehingga pasien RSBT justru mayoritas adalah pemegang kartu BPJS Kesehatan. “Kita masih bagian dari PT Timah dan tetap melayani kesahatan masyarakat di wilayah operasi PT Timah,” sambungnya.

Baca : Gabung Holding RS BUMN, RSBT Akan Makin Maksimal Berikan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Operasi PT Timah

Baca : Jual RSBT Dapat Uang Cash Juga Saham Holdinh

Angkanya mencapai 85 persen dari jumlah masyarakat sebagai pasien penerima pelayanan kesehatan. “Ini diluar karyawan PT Timah dan hitungannya hanya di RSBT saja,” jelas Dodi.

Karena menurut Dodi, justru pelayanan kesehatan pasien BPJS mencapai 90 persen di RSMS, anak perusahaan. Sehingga tidak ada alasan, jika mereka akan meninggalkan masyarakat Babel dan Karimun. Memang diakui Dodi, jika diharapkan ke depan, RSBT akan menjadi RS rujukan bagi pasien di luar Babel. “Kita berharap dukungan masyarakat,” tambah pria kelahiran tahun 1966.

Ia menjelaskan pula posisi Holding RS BUMN akan mengkonsolidasi seluruh rumah sakit milik BUMN masuk IHC. RSBT masuk dalam fase II (ke 2), kini sedang berjalan fase ke 3 untuk seluruh RS BUMN menggabungkan diri ke holing. “Semua (RS milik BUMN) akan masuk menjadi satu dalam Holding (hanya ada beberapa tahapan),” jelas Dodi.

30 Maret 2017 hingga tahun 2018 PT Pertamedika IHC sebagai induk Holding RS BUMN, melakukan perjanjian kerjasama pengelolaan Rumah Sakit (RS) mlik BUMN, anak perusahaan BUMN bahkan perusahaan afiliasi BUMN. Dengan dasar peraturan menteri BUMN Republik Indonesia Nomor S-736/MBU/12/2016 tanggal 21 Desember 2016 perihal Pembentukan Holding RS BUMN, sebagai landasan.

PT RS Pelni, PT Krakatau Medika, PT Cut Meutia Nusantara Medika, PT Tembakau Deli Medika, PT Sri Pamela Nusantara Medika, PT Prima Medica Nusantara, PT Nusa Lima Medika, PT Agro Medika Nusantara, PT Nusantara Medika Utama, PT Nusantara Sebelas Medika, PT Rolas Medika Nusantara, PT Pelindo Husada Citra, PT Prima Husada Cipta dan PT RS Bakti Timah.

Dimulai 2018 ditandai dengan alih kelola 3 RS Pertamina, RS Pertamina Cilacap, RS Pertamina Balongan dan RS Dumai. PT Pertamedika adalan Hingga saat ini Pertamedika telah mengelola 13 RS Pertamina, 3 RS KSO dan 39 RS Milik BUMN. “Ini (Holding RS BUMN) baru 2 tahap, kita masuk dalam fase 2, sekarang masuk fase 3 sedang berjalan. Ke depan semua rumah sakit BUMN itu masuk dalam satu (holding),” tambah Dodi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker