KABAR UTAMA

DPRD Kota: Kontaktor & Pengawas Pu Tidak Profesional

PANGKALPINANG – Jembatan di Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek ambruk pada Jumat malam (16/10/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Jembatan yang akan menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka itu masih dalam tahap pembangunan. Dibangun dengan nilai Rp25 miliar lebih, jembatan ini memiliki panjang bentangan sekitar 7 meter dan ditarget rampung akhir tahun.

DPRD Kota Pangkalpinang mensinyalir ada kejanggalan dalam proyek jembatan tersebut. Fakta ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya bersama anggota saat inspeksi mendadak (sidak) pasca ambruknya bangunan jembatan, Sabtu (17/10/2020). Bangun Jaya bahkan menduga kontraktor proyek jembatan ambruk tersebut tidak profesional.

Para pegawai, saat itu, kata dia, tanpa menggunakan peralatan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja-red)yang lengkap seperti helem proyek, rompi kerja, sepatu bot dan dan sarung tangan. Semua pekerja hanya menggunakan pakaian seadaanya tanpa rompi, tanpa helm proyek, tanpa apalagi sepatu bot untuk melindungi pekerja dari bahaya benda-benda material proyek.

“Kita kesana (lokasi jembatan-red), pekerja hanya menggunakan baju kaos rumahan yang sudah lusuh, bahkan pekerja haya menggunakan sandal, tidak pakai helm dan rompi, sehingga sulit membedakan mana pekerja mana pimpinan proyek nya,” kata Bangun Jaya.

Tak hanya itu, menurut dia, ketika sampai di lokasi pun, SOP atau Standar Operasional Prosedur yang diterapkan tidak seperti perusahaan-perusahaan besar lainnya yang sudah bonafit mengerjakan proyek-proyek besar. Bangun Jaya pun menyorot proses lelang proyek yang saat itu sudah dalam masa pandemi Covid-19. Padahal pemerintah pusat telah mewanti-wanti agar proyek bernilai miliaran rupiah ditunda karena dampak Covid-19.

“Ada dugaan kejanggalan. Kenapa proyek senilai itu tetap dilanjutkan padahal Covid-19. Saya sudah pernah mempertanyakan hal ini. Namun alasan dinas, ketika itu lelang sudah dilakukan sebelum Covid-19 sehingga kalau ditunda atau dibatalkan akan menjadi masalah bila kontraktor menuntut karena sebagai pemenang lelang,” jelas Bangun Jaya.

Untuk itu, Komisi 3 DPRD Pangkalpinang pada pekan depan yakni Rabu (21/10/2020) akan memanggil sejumlah pihak terkait, yakni kontraktor, konsultan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang. “Kami sudah tentukan jadwalnya. Kami akan minta penjelasan terkait proyek ini bahkan semua teknis termasuk proses lelangnya. Mengapa jembatan itu roboh seperti itu,”tegas Bangun.

Sementara, Kontraktor PT Karya Mulia Nugraha dalam konferensi pers yang digelar, menyatakan akan bertanggungjawab terkait robohnya Jembatan Jerambah Gantung. Ketua pelaksana proyek, Renol menegaskan ambruknya kontruksi jembatan diduga akibat insiden jatuhnya salah satu balok gilder yang menimpa balok gilder lainnya, sehingga menyebabkan pondasi jembatan terbelah alias ambruk.

“Saya jelaskan posisi balok gilder ini terguling waktu teman-teman lagi istirahat. Balok gilder ini terguling sehingga menimpa yang lainnya. Kami juga tidak tahu kenapa balok gilder ini bisa terjatuh sendirinya, yang pasti kami sudah bekerja sesuai dengan prosedur. Kami akui ada human error,” ujarnya.

Namun apapun yang terjadi, tegas Renol, pihak kontraktor akan bertanggung jawab pekerjaan tersebut hingga selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. “Kami tegaskan. Kami akan bertanggungjawab untuk masalah penyelesaian perbaikan ini. Kami akan memperbaiki pekerjaan ini sampai dengan selesai walaupun kami menanggung kerugian. Kami siap bertanggungjawab,”tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menegaskan robohnya kontruksi bangunan Jembatan diduga terjadi akibat kelalaian atau human error. Menurut dia, kontraktor telah menegaskan siap untuk bertanggung jawab menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan kontrak kerja.

“Kami jelaskan kronologis masalah ini disebabkan oleh human error, jadi salah satu balok gilder yang dipasang tegas di atas salah satunya tergelincir sehingga menimpa yang lainnya,”ujar Suparlan.

Dia menerangkan, pihak kontraktor sedang menyiapkan kajian teknis dalam perencanaan awal untuk evaluasi dan perbaikan. “Pengerjaan proyek tersebut tetap dilakukan. Ini merupakan tanggungjawab pihak kontraktor. Jadi ini tetap dilanjutkan. Tidak ada penambahan keuangan, ini sudah sepakat tetap menjadi tanggungjawab pihak kontraktor. Kita tetap melaksanakan ini dan melakukan evakuasi,”tegasnya.

Suparlan menjelaskan, tahap awal pengerjaan rencananya yaitu pada pondasi yang patah akan ditambah atau diganti dengan pondasi yang baru. “Berkaitan dengan yang patah ini sebenarnya bukan karena apa-apa, secara teknis sudah memenuhi syarat apa sesuai perencanaan,” katanya.

Sebelum, proyek pembangunan Jembatan Air Kerabut yang berlokasi di Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang ambruk pada Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Jembatan yang dibangun dari dana APBD Kota Pangkalpinang tahun anggaran 2020 ini diketahui memiliki nilai kontrak mencapai Rp25.980.529.000 dengan penyedia jasa PT Karya Mulia Nugraha.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun 2 pekerja bernama Acep Kusnadi alias Cecep (24) dan Tomi (45) mengalami luka ringan. Saat ini, kedua korban sudah menjalani pengobatan dan sudah kembali ke kediaman masing-masing. “Pada saat kejadian saya sedang cas HP , tiba-tiba ada suara gemuruh seperti gempa, saya bersama Tomi langsung loncat dan pekerja lainnya loncat ke tanah,” ujar Cecep.

Pantauan seputarbabel.com di lokasi ambruknya jembatan ini sesaat sesudah kejadian, di lokasi masih dipenuhi warga sekitar untuk melihat jembatan yang direncanakan selesai pada 17 Desember 2020 ini. Terlihat, anggota Polres Pangkalpinang, unit identifikasi serta Polsek Tamansari melakukan penjagaan di sekitar lokasi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tak lama setelah menerima laporan. “Kami saat ini lagi olah TKP dan melakukan penyelidikan terhadap ambruknya proyek jembatan gantung ini,” kata Kasat Reskrim.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker