6 Kepala Daerah yang Wafat karena Covid-19, Mulai Bupati Bangka Tengah hingga Plt Bupati Sidoarjo

6 Kepala Daerah yang Wafat karena Covid-19, Mulai Bupati Bangka Tengah hingga Plt Bupati Sidoarjo

Jumlah korban meninggal dunia akibat paparan Covid-19 di Indonesia hingga kini terus bertambah.

Data terbaru per sabtu (3/10/2020) korban meninggal sudah mencapai 11.055 orang.

Faktanya, korban meninggal tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa.


Ada sederet kepala daerah baik di tingkat kota atau kabupaten yang menjadi korban meninggal karena paparan Covid-19.

Seperti yang kita ketahui Penyebaran virus corona (covid-19) di Indonesia masih tinggi, di mana hingga saat ini jumlah korban meninggal sebanyak 11.055, per 3 Oktober 2020.

Tak pandang bulu, berbagai kalangan pun menjadi korban covid-19, termasuk kandidat calon kepala daerah dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

Berikut tiga calon kepala daerah yang meninggal dunia sebelum pesta demokrasi berlangsung, dan telah terkonfirmasi positif covid-19.


Calon Bupati Berau Petahana H Muharram


H Muharram yang merupakan calon Bupati Berau petahana dalam Pilkada Serentak 2020 meninggal dunia setelah dinyatakan positif covid-19.

Almarhum meninggal pada Selasa 22 September 2020 sekitar pukul 16.45 Wita.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakn selain positif Covid-19 kondisi almarhum juga diperparah dengan penyakit jantung dan diabetes.


“Beliau meninggal gagal napas karena Covid-19,” ungkap Wakil Bupati Berau,

Sebelumnya almarhum sudah menjalani perawatan di RS Pertamina sejak 13 hari. Selama di rawat tersebut kondisinya diketahui tidak stabil.

Diketahui istri almarhum Muharram yakni Sri Juniarsih menjadi pengganti almarhum dalam Pilkada Berau 2020.

Dirinya diusung sebagai calon Bupati berpasangan dengan H Gamalis.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Sekretaris DPW PKS Kaltim, Arif Kurniawan.

“Tadi malam kami rapat merespon dinamika dilapangan lalu kami juga konsultasi dengan pengurus DPP pusat dan memutuskan mengusung Sri Juniarsih,” jelas Arif Kurniawan, Jumat (25/9/2020)

Calon Wali Kota Bontang Adi Darma


Masih dari daerah Kalimantan Timur, kini Calon Wali Kota Bontang Adi Darma meninggal dunia lantaran positif covid-19.

Adi dinyatakan positif Covid-19 sejak Jumat 25 September 2020 dan meninggal pada Kamis 1 Oktober 2020.

Di mana saat sedang menjalani perawatan positif Covid-19 di RSUD Taman Husada Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Sehari sebelum dinyatakan positif covid-19, Adi Darma bersama pasangannya Basri Rase mestinya mengikuti pencabutan nomor urut paslon di KPU Bontang.

Karena sakit, saat itu Adi Darma tidak hadir, hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Diketahui, Adi Darma merupakan mantan Wali Kota Bontang periode 2011-2016.

Adi kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bontang berpasangan dengan Basri Rase pada Pilkada serentak 2020.

Keduanya diusung PDI-P dengan 2 kursi dan PKB 3 kursi di DPRD Bontang.


Calon Bupati Bangka Tengah Petahana Ibnu Saleh


Terbaru kabar duka datang dari Kepulauan Bangka Belitung.

Hari ini Minggu (4/10/2020), Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh meninggal dunia pada usia 58 tahun di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Kepulauan Bangka Belitung, sekitar pukul 03.17 WIB.

Dilansir dari Kompas.com, Ibnu dirawat di RSBT sejak 27 September 2020.

Pada pemeriksaan awal, hasil tes swab dinyatakan negatif, namun uji swab kedua hasilnya positif Covid-19.

Ketika itu Ibnu Saleh merasakan demam dan sesak napas.

Seperti diketahui almarhum merupakan kandidat petahana bupati di Pilkada Bangka Tengah 2020.

Ibnu Saleh berpasangan dengan Herry Elfian yang kini juga sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasangan tersebut diusung koalisi yang terdiri dari Partai Nasdem, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kemudian ada partai non-parlemen, yakni Hanura, Perindo, PKPI dan Berkarya

Sedangkan Untuk kepala daerah yang meninggal adalah sebagai berikut:


Wali Kota Tanjungpinang


Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul meninggal dunia Selasa (28/4/2020) sore.

Dikutip dari Kompas.tv, Syahrul mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat lantaran dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Diketahui juga Syahrul menjadi kasus pertama kepala daerah di Kepulauan Riau yang positif corona.

Sebelumnya, pada Sabtu (11/4/2020), Syahrul dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

Waktu itu dirinya dibawa para petugas dengan pakaian lengkap Alat Pelindung Diri (APD).

Wali Kota Banjarbaru


Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani meninggal dunia sekira pukul 02.30 WITA, Senin (10/8/2020) dan dinyatakan positif Covid-19.

Dikutip dari Tribunbanjarbaru.com, Nadjmi kondisi kesehatan Nadjmi drop saat mendapatkan perawatan di RSUD Ulin Banjarbaru pada Minggu (9/8/2020) siang.

Diinformasikan, Nadjmi merupakan Wali Kota Banjarbaru yang menjabat pada periode 2016 hingga 2021.

Pria kelahiran 27 September 1969 ini menggantikan wali kota sebelumnya, Ruzaidin Noor.


Wakil Bupati Way Kanan


Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, Minggu (16/8/2020) pukul 04.49 WIB.

Diketahui, mendiang meninggal dunia setelah seminggu dirawat di RSUD dr H Abdoel Moeloek, Bandar Lampung.

Sebelum meninggal dunia, Edward alami sesak napas.

Diketahui juga mendiang memiliki riwayat penyakit kencing manis atau diabetes mellitus.

Plt Bupati Sidoarjo


Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia karena covid-19.

Almarhum menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo sejak Sabtu (22/8/2020) pagi, dan meninggal dunia sekira pukul 15.10 WIB.

Selama ini yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri.

Beberapa hari terakhir sebelum wafat, almarhum sudah lama tak terlihat beraktivitas di luar kantor.

Hal itu tak seperti biasanya.

Beberapa agenda kegiatannya di luar kantor pun dibatalkan.

Kabar meninggal dunianya pria yang akrab disapa Cak Nur akibat terpapar Covid-19 mengejutkan banyak pihak.


Bupati Morowali Utara

Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Aptripel Tumimomor, dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kamis (2/4/2020) malam.

Aptripel sempat menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit rujukan pasien virus corona atau Covid-19 tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Sehari setelah dinyatakan meninggal, tim medis mengumumkan hasil uji laboratorium yang menyatakan bupati positif terinfeksi corona atau Covid-19.

Kini pihak terkait tengah menelusuri riwayat perjalanan dan kontak bupati.

Sebelum mengalami sakit, Bupati Morowali Utara diketahui memiliki riwayat bepergian ke Jakarta.

Aptripel berada di Jakarta selama dua minggu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan