Sepak Terjang Firwira Bin Azudin Aktivis Dari Pemuda Pancasila Ini Merupakan GUBES Pancak Silat “Maung Pande” BABEL

Sepak Terjang Firwira Bin Azudin Aktivis Dari Pemuda Pancasila Ini Merupakan GUBES Pancak Silat “Maung Pande” BABEL

Lestarikan kesenian tradisional “DEBUS”. Maung Pande BABEL lahirkan pesilat tangguh yang berprestasi.

Yuk simak segudang prestasi yang pernah di toreh atlit pancak silat Maung Pande BABEL.

Belitung, seputarbabel.com – Firwira bin Azudin merupakan nama lengkap dari seorang pendiri sekaligus GUBES (Guru Besar) pancak silat tradisional “Debus” Maung Pande Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia lahir di Tanahbang Ilir, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir Palembang, Sumatera Selatan. GUBES Silat sekaligus aktivis PP Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung ini telah menorehkan segudang prestasi bagi dirinya dan anak didiknya dalam olahraga beladiri Pencak Silat.

Diantaranya, sampai sekarang masih juara bertahan jurus tunggal baku putra dan putri se-provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian, pada event atau acara-acara dari Dinas Pariwisata menjadi No : 1 tampil dengan disaksikan ribuan orang penonton. Kaerna, pancak silat Maung Pande merupakan satu-satunya perguruan silat yang melestarikan seni tradisional “DEBUS”.

Lalu, pada seni tarung, golok dan toya se-BABEL. Firwira mampu selalu membawa anak didiknya menjadi juarai I (medali emas).

GUBES, panggilan Firwira, masih merekrut anggota baru yang ingin menekuni olahraga beladiri Pencak Silat sejak kecil lewat perguruan seni bela diri Maung Pande BABEL.

Dari sini Ferwira beserta perguruan Maung Pande mulai tersohor dan manjadi perhitungan oleh berbagai perguruan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu saat ditemui, Ferwira mengaku dirinya akan hijrah ke Daerah asalnya dan menyerahkan semua kepengurusannya di BABEL kepada anggota senior yang sudah dibentuknya. Ia berpesan jangan menyerah sebelum mencoba, orang lain bisa kenapa kita tidak.

“Jika gagal coba lagi, bangkit lagi, karna kegagalan awal dari keberhasilan seseorang,” ujar Ferwira.

Firwira mempunyai cita-cita yang besar untuk mengembangkan sayap ke tingkat yang lebih tinggi “Nasional”. Ia pun berharap  kedepannya anak-anak didiknya bisa menjadi atlet pencak silat kebanggaan orang tua, bangsa dan negara.

“Saya optimis, akan terus melestarikan seni budaya “DEBUS” kepada para atlit generasi muda selanjutnya, Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” tegas pria yang akrab disapa GUBES itu.

Kemudian. Prestasi lain yang dilakukan seorang Firwira Bin Azudin yaitu, ikut andil langsung dalam kasus Sijuk. Kasus yang sempat heboh tejadi pemukulan terhadap Wagub Provinsi BABEL, Abdul Fatah di lokasi tambang ilegal Sijuk Kabupaten Belitung, pada 2 November 2019 lalu.

Saat itu penambang ilegal marah karena alat tambang mereka dirusak dan dibakar oleh anggota Satpol PP.

Keributan dilokasi tersebut merembet dengan terjadinya pemukulan terhadap Wagub Abdul Fatah yang berada dilokasi temasuk sejumlah anggota Pol PP. Tak hanya itu saja sejumlah mobil dinas dan pribadi miliki rombongan ikut dirusak.

Melihat permasalahan semakin membesar hingga menghebohkan seluruh masyarakat di seluruh Indonesia. Ketua, Ansyori AR dan Waka I Pemuda Pancasila Provinsi BABEL meminta pria yang akrab di sapa GUBES itu turun langsung kelokasi untuk melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap Wakil Gubernur BABEL dalam insiden bentrokan itu.

“Alhamdulillah dalam tugas yang diamanahkan Ketua, Ansyori AR dan Waka I Pemuda Pancasila Provinsi BABEL kepada saya untuk mengawal dan menjaga Wagub BABEL beserta rombongan saat itu (Insiden Sijuk 2 November 2019-red) dapat diselesaikan,” tutup Firwira dengan ciri khas ucapan marahnya “Dak ada urusan”.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan