Pendaftar Pelatihan Disnaker Babel Tembus 2000 Orang, 10 Paket Pelatihan Hanya Tampung 160 Peserta

Pendaftar Pelatihan Disnaker Babel Tembus 2000 Orang, 10 Paket Pelatihan Hanya Tampung 160 Peserta

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sedang membuka pendaftaran pelatihan gelombang 3 dan 4. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Babel memastikan, angka pendaftar 10 paket pelatihan mencapai 2000 orang. Padahal dari 10 macam jenis pelatihan hanya menampung 160 peserta.

Menurut Kepala Disnaker Babel Harrie Patriadi, angka pendaftar online sebenarnya lebih. Karena kalau melihat jumlah pendaftar yang mengikuti pendaftaran di kantor UPTD BLK Babel, capai 2000 orang. “Rekapitulasinya belum selesai, sementara (kemarin) mendekati 2000. Kalau kemungkinan dari data yang masuk tembus 2000 lebih,” ungkapnya kepada media ini.

Ia membenarkan, bisa diasumsikan penyebab meningkatkan angka peminat pelatihan BLK Babel, karena salah satu indikator kenaikan angka pengangguran. Pencari kerja baru dari kelompok lulusan SMA dan setingkat, tahun ini ditambah angka pengangguran baru disebabkan pandemi Covid-19. “Asumsinya bisa karena pengaruh 2 faktor itu,” ujar Harrie.

Pengelasan SMAW 3G, Desain Grafis, Teknisi Telepon Seluler Perangkat Keras, Teknisi Instalasi Listrik, Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Pengoperasian Mesin Bubut, Operator Komputer, Menjahit Pakaian Wanita Dewasa, Tata Boga, dan Konstruksi Baja Ringan. Itulah jenis pelatihan yang akan diselenggaran BKL Babel, dengan proyeksi tahun ini 4 gelombang.

Saat ini pelatihan Gelombang ke 2 sedang berjalan, karena sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Keuntungan peserta pelatihan BLK Babel karena sertifikatnya bisa diakui secara domestik. Juga bisa jadi syarat teknik tenaga perushaan yang punya keahlian. “Karena ada yang beranggapan sertifikatnya bisa diakui. Sertifikat BLK sendiri berstandar ISO Badan Nasional Sertifikasi Pelatihan,” jelas Harrie.

Sehingga dipastikan mantan Kepala Dinas PU Bangka ini, jika dasar ikut pelatihan karena insentif. Kesadaran penting keahlian khusus, bisa jadi faktor penyebab dominan dibandingkan angka insentif yang terlalu kecil. “Sehingga mampu berwirausaha sendiri, bukan lagi membutuhkan bantuan pihak lain lagi, tapi punya kemampuan berdikari sendiri,” sambung Harrie.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan