Ini Langkah Perbaikan Kinerja Keuangan PT Timah Tahun Ini

Ini Langkah Perbaikan Kinerja Keuangan PT Timah Tahun Ini

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Mempertebal kas dengan berbagai cara dilakukan PT Timah Tbk untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan. Diluar pengurangan beban anggaran belanja modal dari Rp 2,5 triliun diturunkan menjadi Rp 1,5 triliun tahun ini, pemotongan anggaran operasional hingga 30 persen. Mengurangi beban produksi perusahaan, membayar utang jatuh tempo dan memperkecil beban bunga pinjaman sampai mengantongi Rp 100 miliar anggaran buyback saham.

Ini Langkah PT Timah Pacu Kinerja Keuangan Tahun Ini

Direktur Keuangan PT Timah Tbk Wibisono bersama Direktur Niaga Purwoko, kemarin (15/7/2020) malam di TINS Gallery & Boutique Resto, melakukan pertemuan dengan media lokal. Wibisono mengatakan, PT Timah telah memiliki sejumlah strategi untuk menghadapi kondisi pasar yang belum stabil saat ini. “Upaya untuk membukukan arus kas positif melalui efisiensi biaya modal dengan memprioritaskan anggaran belanja modal yang terkait langsung dengan produksi, menunda proyek pengembangan usaha, mempercepat proses restitusi pajak dan penagihan piutang usaha (receivable turnover),” tulis rilis.

PT Timah Perkecil Beban Utang

Diantaranya melakukan manajemen biaya, dengan menurunkan biaya produksi per unit melalui perolehan biji timah yang lebih selektif dan kompetitif. Mengoptimalkan persediaan termasuk penglogaman backlog, melakukan skema kerjasama dengan mitra yang lebih menguntungkan. Serta melakukan upgrade teknologi dan optimalisasi aset lainnya. “Perseroan melakukan cutting cost, pengendalian atas Capex serta melakukan penyesuain antara penerimaan dan pengeluarannya,” jelas Wibisono.

Klik Juga : Kinerja Keuangan Makin Baik

Efisiensi beban operasional dan beban lainnya sampai dengan 30 persen dari biaya operasional, penghematan biaya maintenance dan optimasi pemakaian suku cadang dan biaya bahan bakar dengan selektif menggunakan peralatan penambangan yang berkinerja prima untuk efektifitas. Melakukan penundaan modal kerja jika tidak berkaitan dengan core bisnis perusahaan, upaya untuk mengurangi tekanan cash flow. “Cashnya sudah didapat arus kasnya sudah mengalir, dari arus kas mengalir itulah dibayar outstanding – outstanding. Itulah langkah – langkah nyata yang sudah dilakukan perseroan hingga Juli” papar Wibisono.

Ia menceritakan jika sebelumnya perseroan membutuhkan dana talangan untuk modal kerja dari Bank, dimana ada beban bunga disitu. Karena penambang tidak mau melakukan penambangan bila tidak dibayar cepat, sedang pembayaran baru didapat PT Timah dengan selang waktu 5 bulan. Sekarang dilakukan reprofilling pinjaman melalui Supply Chain Financing (SCF) untuk menjaga term of payment perseroan agar lebih besar dibandingkan AR Collection. “Kepada mitra kerja kita bayar dengan mereka yang menanggung beban tersebut, karena mereka mau (pembayaran) cepat,” jelas Wibisono.

Pendapatan PT Timah Kuartal I 2020

Terpisah, Purwoko mengatakan jika PT Timah akan memperbaiki kinerja Semester II 2020, jika tren harga timah dunia membaik akan meningkatkan penjualan. Sebagian produsen dunia seperti Cina, Peru  dan Malaysia akibat pandemi Covid-19, saat melakukan lockdown mereka menghentikan operasi pabrik sehingga tidak bisa produksi. “Kita meski pun kita kena covid, tapi kita engga stop produksi, engga  tutup pabrik, sehingga sehingga kesempatan itu yang kita gunakan untuk mengejar triwulan II dan triwulan III ini,” katanya kepada seputarbabel.com.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan