Alami ‘Perbudakan Modern’ Kapal Tangkap Ikan Tiongkok, LPSK Turut Jemput ABK Selamat

Alami ‘Perbudakan Modern’ Kapal Tangkap Ikan Tiongkok, LPSK Turut Jemput ABK Selamat

Seputarbabel.com, Jakarta – Trageri ‘perbudakan modern’ Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal penangkap ikan berbendera China bernama Long Xing. 18 anak buah kapal (ABK) berasal dari Indonesia telah menjadi korban tindak pidana penjualan orang (TPPO). Sebagai langkah awal Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan ikut menjemput pemulangan mereka yang selamat.

Ketua LPSK Hasto Atmojo mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan proaktif dalam kasus ini. Selain itu LPSK siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian, untuk memberikan perlindungan kepada ABK WNI ini. “Besok, Jumat (8/5/2020), sebagai langkah awal, LPSK akan turut serta menjemput di Bandara sejumlah ABK,” sambungnya.

Ia prihatin kepada 18 ABK yang menjadi perbudakan modern, LPSK pun telah menyiapkan langkah – langkah terhadap perlindungan sejumlah ABK tersebut. Sehingga bukan hanya turut serta dalam proses pemulangan, namun juga melakukan pendampingan hukum. Pihak kepolisian diminta menindak pihak perusahaan yang melakukan perekrutan dan menyalurkan para ABK ke kapal China tersebut.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, biasanya korban TPPO mengalami penipuan dalam proses rekrutmen. Lalu disusul dengan pemalsuan identitas, jam kerja melebihi aturan, tindakan kekerasan seperti ancaman pembunuhan, penganiayaan, penyekapan hingga gaji yang tidak layak. “Kami perna dengar pengakuan korban harus minum air laut yang disaring hingga air AC,” tambahnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan