Ketua Nasdem Tidak Setuju Makan Tenaga Medis Dipotong

Ketua Nasdem Tidak Setuju Makan Tenaga Medis Dipotong

Sumber Foto Akun Facebook Maulan Aklil

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Rencana pemotongan uang makan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pangkalpinang. Ditanggapi datar partai Nasdem Kota Pangkalpinang, hanya saja secara pribadi Ketua Nasdem Kota Ucok Oktahaber tidak setuju jika tenaga medis juga dipotong. Walau pun secara resmi Partai Nasdem belum mengambil sikap apa pun terhadap fraksi mereka di DPRD Kota Pangkalpinang.

Ditanya soal sikapnya terhadap pemotongan uang makan ASN Pemkot Pangkalpinang. Menurut Ucok, secara pribadi dirinya hanya menolak jika pemotongan juga dilakukan kepada tenaga medis. Mengingat tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan pandemi virus dengan nama SARS-CoV-2 ini.

“Kalau tenaga medis seperti para perawat juga dipotong itu yang saya tidak setuju. Kalau PNS lainnya silakan saja. Karena, pak Jokowi (presiden Joko Widodo) menambah insentif buat para tenaga medis. Seharusnya mereka mendapat tunjangan tambahan bukan malah dipotong uang makanya,” jawab mantan anggota DPRD Kota ini.

Menurut Ucok, intruksi resmi partai kepada fraksi belum bisa dilakukan karena mereka belum bisa mengambil kebijakan. Mengingat kondisi pandemi corona virus desease (covid-19), mereka belum bisa melakukan rapat terkait pengambilan keputusan. “Terakhir kita kumpul di pembagian sembako dari partai buat korban terdampak, bukan kita setuju tapi memang belum bisa mengambil kebijakan,” terangnya.

Ketua Fraksi PPP Depati MA Gandhi mengatakan, jika pemotongan uang makan oleh Pemkot Pangkalpinang. Bukan hanya soal keikhlasan, namun mekanisme penganggaran menurutnya tidak tepat. Seharusnya dengan kewenangan refocusing dan realokasi anggaran, kepala daerah bisa memindahkan seluruh atau sebagian anggaran buat penanganan covid 19.

Sementara rencana pemotongan di Pemkot Pangkalpinang, dengan cara memotong langsung rekening ASN oleh bank ke rekening PGK Perduli. Sehingga mekanisme bank untuk memotong, perlu surat persetujuan dan tidak keberatan ASN untuk dipotong dengan besaran Rp 400 ribu – 1 juta. “Seharusnya tetap di kamar APBD dengan cara merubah perwako uang makan saja,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jika, anggaran untuk penanggulangan corona telah dianggarkan Rp 13 lebih miliar. Dimana menurutnya penggunaan anggaran yang saat ini telah berjalan juga kurang dirasakan maksimal. “Kalau itu masih di dalam kamar APBD kita bisa mengawasinya, tapi kalau uang itu sudah didistribusikan ke ASN lalu dari rekening mereka masuk ke rekening PGK Perduli kita tidak punya hak mengawasi,” terang Gandhi.

Ditambahkan Pimpinan DPRD Kota Pangkalpinang Rosdiansyah Rasyid, meminta Pemkot tidak memotong uang makan aparatur tenaga medis. Bahkan, Dian Rasyid, biasa ia disapa juga meminta agar anggaran perjalanan dinas luar dewan dipotong untuk penanganan covid-19. “Kalau total yang dibutuhkan cuman Rp 4 miliar, anggaran DL dewan bisa dipotong sekitar 6 miliar,” tambahnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan