Polisi Jangan Lupa Usut Ilegal Mining Dalam Tragedi Sijuk

Polisi Jangan Lupa Usut Ilegal Mining Dalam Tragedi Sijuk

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Polisi telah menetapkan 9 tersangka dengan dugaan melanggar pasal 406 KUHP.  8 tersangka diduga pelaku pengerusakan kendaraan milik tim penertiban tambang ilegal di wilayah kawasan hutan lindung (HL) pantai Desa Sijuk. 1 orang tersangka lainnya adalah Kepala Seksi Operasional Pol PP Pempror, Sandy Aji.

Lalu bagaimana penanganan ilegal mining di kawasan HL Pantai Desa Sijuk oleh polisi? Sepertinya penyidik Direskrimsus Polda Babel belum lakukan penyelidikan terlebih penyidikan kepada para pemilik tambang ilegal ini. Apalagi mengungkap penampung juga pemodal, terlebih menemukan muara terakhir pasir timah tadi dilebur untuk diekspor atau pasir timah langsung diselundupkan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Babel, Bong Ming Ming sebulan setelah tragedi Sijuk terjadi telah mengingatkan itu. Ditemui disela Rapat Banmus dengan eksekutif Senin (2/12/2019) lalu, ia meminta polisi minimal menangkap pemilik tambang bukan para pekerjanya. “Yang berada di lokasi hutan lindung, itu jelas – jelas mereka melanggar hukum,” pintanya.

Saat itu Ming Ming telah meminta polisi jika ada Sat Pol PP Pemrov jadi tersangka maka polisi harusnya mampu mencari pemilik tambang. Karena polisi mampu mengungkap pelaku kriminal, seperti pembakaran alat produksi tambang dan pengerusakan. “Jelas – jelas (ada) yang melaporkan Satpol PP, artinya adalah pemilik tambang ilegal, ya sudah tangkap dulu mereka kan undang – undangnya jelas,” ungkapnya.

Perlu diingat dalam tragedi Sijuk, Sabtu (2/11/2019) itu bukan hanya merusak 7 mobil dan 2 truk milik Sat Pol PP dan UPT  Dinas PU Babel saja. Penertiban dipimpin langsung Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah tadi, melibatkan berbagai intansi diluar polisi. Saat kejadian barang berharga milik tim penertiban tambang ilegal juga dirampas, sedang baju dan barang – barang merek dibakar.

Kabid Humas Polda Babel AKBP Maladi, seperti dikutip dari laman siber lensa bangka belitung mengatakan 8 tersangka diluar Sat Pol PP, seorang diduga pelaku penganiayaan. “Adapun tersangka untuk pembakaran alat tambang yaitu atas nama Sandy Aji Selaku Kasi Ops Pol PP Provinsi dan ini sudah ditembuskan ke Kejari Belitung,” katanya dikutip dilaman tadi.

Maladi menuturkan polisi menetapkan Martani, Wendri, Anggara Surya, Galu Pribadi, Iskandar, Hendra, Nurdiansyah dan Indra Aspurwa sebagai tersangka pengerusakan mobil. Wendri diduga juga pelaku penganiyaan terhadap anggota Sat Pol PP Pemprov, Nurul Ikhlas. “Sesuai hasil pemeriksaan dan pengumpulan bukti – bukti yang ada. Untuk berkas sudah tahap satu dan masih menunggu petunjuk JPU,” terangnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan