KABAR UTAMASeputar Tambang

Produksi Naik, Tunggu Harga Membaik!? PT Timah Ingin Kuasai Cadangan Luar Negeri

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – 2019 menjadi sejarah baru bagi PT Timah Tbk, sebagai produsen dunia timah olahan. Tahun 2019 produksi anggota Mind Id ini naik 128,7 persen dibanding produksi 2018 yakni 33.400 Metrik Ton (MT). Jika harga timah dunia membaik, dipastikan berbanding lurus dengan angka produksi. Bukan hanya kuasai mineral logam timah nasional, PT Timah juga punya keinginan agar menguasai cadangan luar negeri.

Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani memastikan jika mereka akan melihat kondisi harga timah dunia, untuk meningkatkan penjualan. Ia mengatakan hal ini usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (10/2/2020) lalu. Menurut Riza harga sempat menyentuh US$ 17.800 walau pun kembali terkoreksi.

Dikutip dari kanal youtube closing market berita satu, PT Timah berusaha agar dapat menguasai cadangan dunia. Di Afrika perluasan wilayah cadangan tidak hanya di satu negara, selain Nigeria, Tanzania ada Rwanda dan Kongo. Di Nigeria progresnya sudah mendapat izin pembangunan pabrik, sedang di Tanzania menungggu izin tambangan keluar dan penguasaan mineral lainnya.

Perlu diketahui dari situs International Tin Association (ITA), secara keseluruhan produksi timah olahan dunia sepanjang 2019 sebesar 334.400 MT, turun 6,6 % dibanding produksi 2018. Tahun ini PT Timah akan melihat harga dan stok pasar dunia, sehingga hanya menargetkan kenaikan produksi diangka 5 persen. “Kita masih wait and see, melihat jika harga bagus terus kita tingkatkan penjualan,” jawab Riza mengutip video YouTube berita satu tadi.

Perlu menjadi catatan, produsen timah olahan asal Tiongkok memang kurangi produksi tahun 2019. Produksi timah Amerika Selatan tahun 2019 karena terjadi peningkatan pada operasional tambang milik Minsur di Peru dan EM Vinto. Kadar tambang yang lebih tinggi dan pemulihan produksi pada smelter Pisco Pera membuat produksi perusahaan meningkat.

Khusus Eropa sendiri walau pun produksi perusahaan timah Metallo stabil, akan tetapi produksi tambang mereka naik 2 persen. Begitu juga Malaysia Smelting Corp dan Thaisarco punya cara sendiri mendapatkan bahan baku untuk timah olahan mereka. Menurut Riza, bersama produsen dunia lainnya, PT Timah terus memonitor agar dapat menaikkan harga dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker