KABAR UTAMA

Belanja Modal 2020 Rp 2 Triliun, PT Timah Siap Ekspansi Agar Dapat Kuasai Cadangan Dunia

Seputarbabel.com, Jakarta – Ekspansi yang menjadi fokus PT Timah Tbk tahun ini adalah menjajaki pembentukan usaha patungan/joint venture (JV) dengan perusahaan tambang asal Tanzania, State Mining Corporation (Stamico). PT Timah mengalokasi Belanja Modal tahun 2020 ini Rp 2 triliun. Salah satunya akan dikucurkan untuk upaya menguasai cadangan mineral di dunia tersebut.

Kepada Investor Daily, seperti dikutip di laman sibernya, Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Abdullah Umar Baswedan mengatakan capex 2020 akan digunakan untuk eksplorasi tambang, pembangunan fasilitas smelter baru, pemeliharaan alat-alat produksi, pengadaan kapal dan pengembangan anak usaha perseroan.

Perlu diketahui PT Timah menyatakan minatnya dengan memberikan letter of intent (LoI). Lalu lakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU)  dengan Stamico terkait kerja sama kedua pihak, 17 Desember lalu. MoU tersebut meliputi rencana uji tuntas/due diligence, penilaian potensi kerja sama, persiapan uji kelayakan/feasibility study sampai dengan persiapan JV.

Diperkirakan proses akan berlangsung selama 12 bulan ke depan. Untuk potensi tambang yang ditawarkan dalam kerja sama di Tanzania ini adalah komoditas timah, nikel, emas dan mineral tanah jarang. “Mengenai pembentukan JV atau kerja sama lebih lanjut tentunya akan melihat dari hasil proses detail setelah dilakukan FS,” jelas Abdullah.

Kerja sama dengan Stamico menambah daftar rencana perseroan berkolaborasi dengan pihak asing. Seperti diberitakan media ini sebelumnya, guna menjaga cadangan biji timah PT Timah terus mencari cadangan timah tidak hanya di dalam negeri. Awal tahun lalu Nigeria dan Myanmar adalah negara yang diincar jadi lokasi tambang baru PT Timah.

Langkah ini dilakukan guna mendapatkan cadangan baru untuk dikuasai, sehingga mampu menguasai cadangan dunia.  “Kita ingin kuasa cadangan timah yang potensial tidak, selain mengoptimalkan cadangan yang kita miliki saat ini,” terang Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani. Dalam rangka itulah PT Timah melakukan pengembangan proyek pertambangan di Nigeria.

Kerja sama PT Timah tersebut dilakukan dengan perusahaan asal Nigeria, yaitu Topwide Ltd. Keduanya juga membentuk perusahaan patungan yang dinamai Joint Vanture Co, dengan memanfaatkan area konsensi seluas 16.000 hektare (ha). PT Timah mengincar cadangan di Nigeria karena selain potensial secara deposit juga memiliki sejarah panjang tentang pertimahan dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker