Firli Bahuri Bukan Orang Baru Sebagai Penindak Kasus Korupsi

Firli Bahuri Bukan Orang Baru Sebagai Penindak Kasus Korupsi

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Setelah resmi terpilih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri kian dikenal masyarakat luas. 20 Desember 2019, ia akan resmi memimpin lembaga tersohor di republik Indonesia sebagai penindak koruptor kelas kakap nasional dan daerah itu. Ia akan bertugas dengan masa jabatan 2019 – 2023 di KPK, Firli sebenarnya buka orang baru di dunia penindakan kasus korupsi.

Pada tahun 2018 memang diketahui Firli dipercayakan menempati posisi Deputi Penindakan di KPK. Pria kelahiran Desa Lontar di Sumatera Selatan, 08 November 1963 ini sudah mulai menindak korupsi sejak 2011. Saat itu sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Tengah. Sebelumnya ia adalah Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009) dilanjutkan dengan Asisten Sespri Presiden (2010).

Selama bertugas sebagai Direskrimsus Polda Jateng, Firli melakukan berbagai penyelidikan dan penyidikan korupsi. Beberapa kepala daerah dan anggota dewan di Kabupaten, Kota dan pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Menjadi target pengungkapan kasus korupsi di wilayah hukum Polda Jatim era dirinya memimpin direktorat reskrimsus ini.

Sebelum ikut seleksi calon pimpinan KPK, Firli di tahun 2019, pasca bertugas di KPK sebagai deputi Penindakan. Ia pun diberi kepercayaan memimpin sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabaharkam polri) dan Kapolda Sumsel. Kepercayaan kian meningkat setelah 2012 sebagai ajudan Wakil Presiden RI hingga 2014.

Setelah menjabat sebagai Wakapolda Banten 2014, jabatan strategis lain pun terus ia emban di tubuh dan jajaran Polri. Ia adalah Karodalops Sops Polri 2016, saat itulah aksi super damai 212 berhasil dikelola dengan apik sehingga berjalan aman dan nyaman. Di akhir tahun 2016, Firli ditunjuk sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Karir Firli kian melejit, Februari 2017 hingga April 2018 ia pun dipercaya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lulusan Akabri 1990 ini melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada tahun 1997. Tahun 2000 lulus pada program pasca sarjana Kajian ilmu kepolisian Universitas Indonesia. Baru selesai ikut Sekolah Staf dan Pemimpin Polri (Sespim) tahun 2004 dan bertugas di Polda Metro Jaya. Ia sudah diangkat sebagai kapolres tahu 2001, yakni Kapolres Lampung Timur. ini merupakan jabatan strategis untuk awal karirnya di lembaga Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam perjalanannya, putra bungsu dari 6 bersaudara pasangan Bahuri dan Tamah ini memperlihatkan keseriusannya dalam menjalankan tugas dan amanah. Setelah Sespim, tahun 2005 ia kembali ditunjuk sebagai Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perjalanan karirnya kian hari kian cerah, ditempatkan menjadi Kapolres Kebumen pada 2006, kemudian jabatan Kapolres Brebes pada tahun 2007.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan