KABAR UTAMA

Tambang Ilegal Resahkan Warga Sampur, Kades Kebintik Turun Lapangan Didampingi Nelayan

Foto Ilustrasi Ponton Penambang di Babel

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Penambangan ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ternyata terus beroperasi. Aktivitas mereka bahkan terus meresahkan warga sekitar wilayah mereka beroperasi. Sayangnya, kembali aparat penegak hukum seperti ‘tutup mata’.

Kades Kebintik Edi Ermanto mengatakan itu kepada wartawan media ini Jumat (29/11/2019) tadi. Menurutnya aktivitas penambangan di laut itu ilegal karena tidak memiliki izin. Para penambang tadi adalah warga Batu Belubang, sedangkan wilayah operasinya meresahkan warga Sampur. “Itu permintaan warga Sampur, karena penambang Batu Belubang merambah ke Sampur,” sambungnya.

Hanya saja Edi menolak berkomentar saat ditanya apakah aparat penegak hukum memang tidak pernah bertindak. Ia hanya menjawab, dirinya ada turun ke lokasi menemui penambang di laut. Kalau terkait perizinan para penambang tadi, ia memastikan ilegal karena tidak berizin. “Didampingi (temui penambang) koordinator nelayan kek pengurus masjid,” elaknya.

Terkait informasi bersama koordinator nelayan memungut ‘pajak’ (pungutan liar) dengan nilai Rp 28 juta. Dengan dana yang ia butuhkan Rp 70 juta untuk memperbaiki mobil yang ia gunakan saat berdinas. Diceritakan lewat informasi tadi, ia pun berpakaian lengkap kades saat turun meminta upeti tadi. “Dak de ku minta duit hanya mengklarifikasi batas orang nambang,” bantah Edi.

Ketika dihubungi media ini, terkait adanya berita soal dirinya menarik upeti tadi juga dibantah Edi. Bahkan dirinya memastikan jika ketika dirinya turun dalam rangka ia diminta warga Sampur mengklarifikasi batas. Bukan hanya itu isu soal dirinya membagi – bagikan sejumlah uang juga dibantahnya. “Bukan e ku tuh ku dan pernah narik duit dari ponton – ponton. Bagi duit ape? Engga ada bagi – bagi duit, gaji ge lum,” papar Edi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker