PT Timah Sabet Tiga Kategori

PT Timah Sabet Tiga Kategori

Seputarbabel.com, Jakarta – Dari 6 kategori yang didapat anggota Mining Industri Indonesia (Mind Id), dalam ajang Indonesia Mining Association (IMA) Award 2019. PT Timah Tbk mendapatkan 3 kategori, kemudian 2 kategori diperuntukan PT Freeport Indonesia dan satu kategori untuk PT Bukit Asam Tbk.

Penyerahan penghargaan dari Asosiasi Pertambangan Indonesia yang telah berdiri sejak 1975 itu. Dihadiri perwakilan dari ketiga anggota Holding Industri BUMN Pertambangan. Penghargaan kepada PT Timah diterima oleh Direktur Operasi Produksi PT Timah Tbk Alwin Albar. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Rabu (20/11/2019) di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta Pusat.

23 perusahaan tambang di Indonesia mendapat penghargaan dari IMA Award 2019 dengan 12 kategori yang 2 diantaranya khusus untuk perusahaan mineral. PT Timah mendapat tiga kategori yakni Perusahaan Belanja Terbesar di Dalam Negeri Terbaik untuk Perusahaan Mineral. Sedangkan kategori 2 kategori yang hanya diberikan kepada perusahaan mineral PT Timah menyabet keduanya.

Untuk kategori Perusahaan dengan Penerapan Konservasi Mineral Ikutan Terbaik, PT Timah adalah perusahaan mineral satu – satunya yang mendapat penghargaan. Sedangkan kategori lainnya yang hanya diberikan kepada perusahaan mineral adalah kategor Perusahaan Tambang yang Melaksanakan Hilirisasi Terintegrasi Terbaik. PT Timah bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk dan PT Vale Indonesia Tbk.

Anggota Asosiasi Pertambangan Indonesia adalah perusahaan pemegang Kontrak Karya (KK) dan Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Serta pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berkontribusi sebesar 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertambangan.

Presiden Joko Widodo mengajak para pelaku industri tambang untuk melakukan hilirisasi produk pertambangannya. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Indonesian Mining Association Award 2019. “Dunia sudah menuju kepada energi yang ramah lingkungan. Semuanya harus mulai siap-siap dan hati-hati,” katanya.

Dikutip dari rilis sekretariat presiden Sekretaris Negara ajakan Presiden Jokowi tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Presiden, berdasarkan perbincangannya dengan sejumlah pimpinan organisasi internasional, dunia kini sudah menuju kepada era energi yang ramah lingkungan. “Saya yakin yang hadir di sini orang kaya semua,” candanya dikutip dari YouTube segneg.

Dengan hilirisasi industri tambang, Jokowi berharap akan membantu pemerintah mengatasi defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan yang sudah berlangsung lama. Meskipun ekspor dari industri pertambangan sendiri, menurutnya memberikan kontribusi yang besar kepada neraca perdagangan Indonesia.

“Oleh sebab itu saya mengajak kita semuanya untuk memulai, memproses, barang-barang tambang kita ini menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga negara kita memiliki nilai tambah dan memiliki multiplier effect yang besar ke mana-mana termasuk tentu saja dalam penciptaan lapangan kerja yang itu dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan hitung-hitungan Presiden, jika semua pelaku industri tambang menuju pada hilirisasi. Presiden meyakini masalah dua defisit tadi bisa diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun. “Itu hanya satu, kita baru berbicara satu komoditas yang namanya nikel. Belum berbicara masalah timah, batu bara, copper. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dari sana karena dari situlah akan muncul nilai tambah,” sambungnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan