KABAR UTAMA

Fraksi Golkar Terima Warga Batu Berigak Tolak Tambang Laut

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Warga Desa Batu Berigak datang ke DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mereka menolak penambangan di laut Pantai Berigak. Kedatangan mereka diterima langsung pimpinan DPRD Babel, Hendra Apollo dan ketua fraksi Golkar DPRD Babel, Algafry Rahman, keduanya dari fraksi Golkar.

Kedatangan warga memberitahukan bahwa laut pantai Berigak harus terbebas dari eksploitasi penambangan. Karena Desa Batu Berigak adalah kawasan pesisir dengan 2600 penduduk, tidak mau laut merek ditambang. Apalagi telah beredar surat pemberitahuan operasi produksi di laut mereka dengan ponton isap produksi (PIP). Dalam surat tersebut sebuah perusahaan mengaku mitra dari PT Timah Tbk.

Ini dikatakan Kepala Desa Batu Berigak, Gani dalam pertemuan dengan DPRD Babel di ruang badan anggaran, Rabu (20/11/2019) siang. Diceritakan pula olehnya jika penambang telah membentuk panitia operasi produksi, di wilayah Permis Bangka Selatan. Mereka bahkan telah menyetor sejumlah uang kepada pengelola untuk menambang di laut Pantai Berigak.

“Ada permasalahan besar yang sedang bergejolak di kampung kami, ada pihak – pihak yang mengaku mitra PT Timah. Mereka datang ke kami mengajak warga menambang. Mereka telah bentuk panitia di Permis dan membuka pendaftaran yang  biasa disebut jual bendera. Bahkan ada surat pemberitahuan operasi PIP di IUP PT Timah kepada Desa,” papar Gani.

Padahal menurut Gani, warga Desa Batu Berigak telah sepakat menolak pertambangan di laut Pantai Berigak. Sehingga kalau pun ada sosialisasi terkait aktivitas penambangan di laut mereka pasti ditolak warga. Namun kali ini surat yang masuk ke desa justru pemberitahu akan menambang, dengan belum ada sosialiasi sebelumnya. “Kami akan terus berjuang menolak penambanhan di laut kami,” tambahnya.

Algafry Rahman, sebagai anggota DPRD daerah pemilihan Bangka Tengah juga mengingatkan. Jika sejak dulu laut Desa Batu Berigak memang kawasan seksi bagi para penambang. Hanya saja tidak pernah mendapat izin dari masyarakat, karena mereka tidak mau lautnya rusak oleh penambangan. “Jadi harus zero tambang di laut Berigak,” tambah pria yang akrab disapa Ayi ini.

Mantan Ketua DPRD Bangka Tengah ini tentu tahu betul, jika warga Desa Batu Berigak tidak pernah mau lautnya ditambang. Sehingga ia meminta pihak kepolisian sebagai lembaga pengamanan jangan melakukan pembiayara. “Terlebih sudah ada intimidasi kepada warga yang menolak tambang, jangan sampai kejadian chaos di tahun 2003 – 2004 terulang. Saat itu kasus awalnya sama, karena warga tidak setuju ada penambangan di laut Berigak,” ungkap Ayi.

Sedangkan Hendra Apollo mengingatkan agar masyarakat Desa Batu Berigak bersatu. Karena menurutnya politik adu domba dengan memberikan bantuan kepada sebagian warga akan dilakukan. Sehingga warga Desa terlihat ada yang mendukung (penambangan di laut Batu Berigak).

“Untuk apa duit kalau seperadik kita berlinang air mata. Laut nih lah nyawa ikak, kalau laut mati ikak mati beguyur, pertahankan lah laut Berigak. Jangan hanya karena beras dan uang 5 sampai 10 juta ikak saro selamanya,” himbau Ketua DPD I Partai Golkar Babel ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker