Bau Busuk Menyeruak Di kawasan PPN Tanjungpandan, Ini Penyebabnya

Bau Busuk Menyeruak Di kawasan PPN Tanjungpandan, Ini Penyebabnya

Penulis Redaksi (4G)

Foto, lokasi Bau Busuk yang Menyeruak Di kawasan PPN Tanjungpandan

Belitung, seputarbabel.com – Sejumlah masyarakat mempertanyakan adanya tumpahan dan ceceran seperti limbah cair dari sejumlah cold storage yang mencemari kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mulai berdampak buruk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Senin (23/9/2019)

Selain menimbulkan aroma yang tidak sedap, pembuangan limbah cair ke bibir pantai tersebut diduga tidak mengantongi izin AMDAL sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2012.

Wakil Sekertaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung Jasman SE mengatakan, selain menimbulkan bau yang tidak sedap, pembuangan limbah cair yang di buang secara langsung kelaut itu tidak di benarkan karena akan berdampak terhadap lingkunganan sekitar.

Vidio, PPN Tanjungpandan yang Tercemar

Hal tersebut kata Jasman, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2012 tentang jenis usaha atau kegiatan yang wajip memiliki analisis dampak lingkungan hidup dan Undangan-Undang (UU) No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Menurutnya, akibat pembuangan limbah tersebut membuat kualitas perairan sekitar menjadi tercemar sehingga hal itu akan berpengaruh dan berdampak kepada habitat hewan air di sekitarnya.

Ditambahkannya, kawasan lindung sebagai mana yang di maksud dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2012 adalah wilayah yang di tetapkan sebagai fungsi utama melindungi kelestarikan lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.

Seperti, kawasan hutan lindung, kawasan resapan air, sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan bergambut, kawasan resapan air, kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang di lindungi dan beberapa kawasan lainnya.

“Nah untuk pembuangan limbah di sempadan pantai atau sungai tentu harus memiliki izin IPAL dan AMDAL. Apakah memiliki AMDAL atau tidak, saya tidak tahu pasti. Hal itu bisa di tanyakan kepada dinas dan pihak terkait akan tetapi kami meminta agar setiap perusahaan mentaati aturan yang berlaku apa lagi daerah kita merupakan daerah tujuan wisata,” ucap Jasman.

Sebelumnya artikel ini telah tayang di Media BE dengan judul. “UPI Tanjungpandan Lakukan Pencemaran”.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan