IJTI Minta Polisi Dalami Keterlibatan Dua Oknum Jurnalis TV Dalam Kerusuhan Papua

IJTI Minta Polisi Dalami Keterlibatan Dua Oknum Jurnalis TV Dalam Kerusuhan PapuaReviewed by Farizandy Danielon.This Is Article AboutIJTI Minta Polisi Dalami Keterlibatan Dua Oknum Jurnalis TV Dalam Kerusuhan PapuaSeputarbabel.com, Pangkalpinang – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI) menyesalkan perbuatan dua oknum televisi. Sekaligus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya saudara – saudari di tanah Papua. Karena atas perbuatan dua oknum jurnalis televisi (TV) dinilai turut berkontribusi memancing kemarahan dengan memprovokasi masyarakat. IJTI juga meminta kepolisian mendalami keterlibatan dua oknum jurnalis TV yang […]
IJTI Minta Polisi Dalami Keterlibatan Dua Oknum Jurnalis TV Dalam Kerusuhan Papua

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI) menyesalkan perbuatan dua oknum televisi. Sekaligus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya saudara – saudari di tanah Papua. Karena atas perbuatan dua oknum jurnalis televisi (TV) dinilai turut berkontribusi memancing kemarahan dengan memprovokasi masyarakat. IJTI juga meminta kepolisian mendalami keterlibatan dua oknum jurnalis TV yang menyebabkan terjadi kerusuhan yang sangat memprihatinkan.

Menurut keterangan Pengurus Daerah Papua Barat dan hasil telaah Pengurus Pusat IJTI. Telah terjadi aksi pembuatan dan penyebarluasan video propaganda berkedok karya jurnalistik yang dilakukan dua oknum jurnalis televisi, masing-masing satu jurnalis tv nasional dan satu jurnalis tv lokal. Beredarnya video tersebut sangat meresahkan warga dan diduga turut berkontribusi memanaskan situasi pasca insiden rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Kejadian berawal saat dua oknum tersebut melakukan peliputan aksi menyalakan lilin di kota Sorong pada 23 Agustus 2019. Aksi ini sendiri merupakan bentuk keprihatinan dan respon atas insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Dalam peliputan itu, kedua oknum merekam video wawancara dengan salah seorang peserta aksi bernama Leonarde Ijie, yang kemudian oleh keduanya dimanipulasi melalui proses editing sedemikian rupa, sehingga merubah esensi dari pernyataan narasumber menjadi seakan-akan berisi ujaran kebencian dan hasutan.

Hasil editan video yang sudah direkayasa oleh dua oknum Jurnalis tersebut beredar di media sosial dan pesan berantai di Whatapps. Walau pun tidak tayang di televisi atau media mainstream lainnya sebagai layaknya karya jurnalistik televisi. Akibatnya timbul keresahan warga yang sempat membahayakan keselamatan jurnalis lain yang sedang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik di kota Sorong dan sekitarnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan