KABAR UTAMA

Bobroknya Sistem Komunikasi Pemerintah Kabupaten Belitung, Membuat X – Bar Tarik Investasinya

Penulis: Redaksi.

Tanjung Pandan, Belitung – Manajemen X – Treme Bar akhirnya menarik investasi usahanya dari Belitung setelah tidak menemui titik terang mengenai kejelasan perizinan tempat usaha yang akan dijalankan.

Sebelumnya, X – Bar memilih berinvestasi di Belitung dengan menghadirkan tempat usaha berkonsep bar dan resto yang beralamatkan di Jalan Pattimura Kelurahan Tanjung Pendam.

“Akhirnya kami putuskan untuk menarik investasi kami setelah setahun berjalan tidak ada kejelasan. Kami merasa seperti dihalangi-halangi untuk menjalankan usaha kami,” kata Manager Operasional X – Treme Bar, Edy Sutono, Jumat (23/8/2019).

Edy mengatakan, setahun berjalan investasi yang mereka keluarkan senilai Rp 4,5 miliar tersebut tidak menemui titik terang, sehingga manajemen memutuskan menghentikan kelanjutan investasi tersebut dan memilih daerah lain.

Pihak manajemen menurutnya, telah berusaha untuk mengurus segala aspek perizinan secara legal, namun lagi-lagi kondisinya juga belum menguntungkan bagi mereka.

“Kami juga menyayangkan sikap dari Pemerintah Daerah yang terkesan mengabaikan keadaan sehingga tidak ada penyelesaiannya. Perangkat Kelurahan juga tidak memiliki ketegasan,” jelasnya.

Disampaikannya, belakangan ini, aksi penolakan yang terjadi terhadap tempat usaha mereka semakin getol dilakukan oleh pihak yang tidak berkaitan sama sekali.

Ia menilai, aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum hanya untuk memanfaatkan situasi dan memancing di air keruh bahkan mengarah kepada persaingan kepentingan bisnis.

“Banyak yang tidak memahami persoalannya sehingga jadi ikut latah di sosial media mengatakan tempat kami maksiat. Tuduhan tersebut sangat tidak mendasar dan tidak memilik bukti kuat” imbuhnya.

Dia pun sangat menyayangkan kondisi ini, padahal niat perusahaan mereka semata-mata hanya ingin berperan aktif dalam memajukan pariwisata Belitung dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Seperti inilah kondisinya yang terjadi hingga saat ini. Kalau seperti ini terus bagaimana investasi-investasi lain yang akan masuk ke daerah ini yang merupakan kawasan destinasi pariwisata,” katanya.

Selepas menarik investasi dari Belitung, pihaknya masih menentukan lokasi atau daerah lain yang akan dipilihnya untuk berinvestasi, yang jelas daerah lebih membuka diri dan iklim investasinya sehat.

“Kami masih-masih pikir daerah lain, yang jelas kami sudah menarik investasi kami dari Belitung,” ujar Edy.

Saat ini, para karyawan yang tersisa sedang melakukan pelepasan terhadap sejumlah peralatan yang masih terpasang, dan melakukan pengepakkan untuk segera dikirimkan.

“Paling lama tiga hari selesai. Kami angkut barang-barang kami semuanya dan terimakasih kepada semua pihak yang sempat mendukung kami. Mungkin di lain waktu bisa bertemu kembali,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker