KABAR UTAMA

Hebat! PT Hasil Alam Murni Ini Bisa Berdiri Di Kawasan Hutan Lindung.

Penulis : Redaksi/NoV

Belitung, Seputarbabel.com– Hutan lindung merupakan hutan atau lahan luas yang berisikan kumpulan jenis flora dan fauna yang terbentuk secara alamiah maupun tidak. Kawasan hutan yang ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung mempunyai peran sebagai penyedia cadangan air bersih, pencegah banjir, penahan erosi, paru-paru kota, dan banyak lagi di antaranya.

Namau apa jadinya bila ada sebuah perusahan yang berada dalam kawasan tersebut hingga bertahun-tahun tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi kedepannya, seperti PT Hasil Alam Murni yang berada di kawasan hutan lindung berdasarkan SK 798 MENHUT ll 2012 dan perusahaan tersebut bergerak di bidang pembuatan kaulin.

Perusahaan ini bertempat di Jalan Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sudah beroperasi sejak tahun 2010 silam.

Saat di konfirmasi kepada Menejer PT Hasil Alam Murni sama sekali tidak mengetahui bahwa perusahaan yang di tempati berada di kawasan hutan lindung.

“Ini pabrik berdirinya sejak tahun 2010 akhir , saya tidak tahu tentang lokasi tersebut kecuali pemilik tanah dan sekarang pemiliknya lagi di Bangka,” ujar Salim Manajer PT Hasil Alam Murni.

Lanjutnya untuk urusan berdirinya perusahan, Pak Salim Selaku Manajer PT Hasil Alam Murni mengatakan kepada pihak media seputarbabel tidak bisa menjawab dikarenakan tidak mempunyai hak untuk mejawab.

“Untuk urusan ini sebenarnya saya tidak punya hak, jadi silahkan bertemu pemilik saja,” pintanya kepada awak media seputarbabel.

Selain itu di tempat terpisah, Alex Kepala Desa Sungai Samak saat di konfirmasi membenarkan bahwa kawasan yang ditempati oleh PT Hasil Alam Murni Itu adalah kawasan hutan lindung yang di beli pada masyarakat untuk melakukan aktifitas penjemuran kaulin.

“Ya itu memang masuk hutan lindung cuma daktau gimane, die memang meli juak same masyarakat, digunekan die untuk aktivitas penjemuran kaulin,” ucap Alex dengan menggunakan bahasa Daerah Belitung.

Lanjutnya sampai saat ini Desa Sungai Samak tidak memiliki peta hutan lindung, namun kalaupun itu hutan lindung  plang/patok pemberitahuan harus ada dan untuk meyakinkan bahwa itu adalah  kawasan hutan lindung.

”Sampai sekarangpun kami dari Desa tidak memegang peta hutan lindung, patok ataupun plang di kawasan sungai samak, seharusnya kalau ditetapkan ini hutan lindung, tetap harus ada batas atau plangnye,” kata Kepala Desa Suangi Samak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker