KABAR UTAMA

Thailand Ingin Ganja Legal Buat Tarik Wisatawan Mancanegara

Seputarbabel.com, Thailand – Awal bulan ini pemerintah Thailand mengundang kunjungan bagi para jurnalis. Mereka mengunjungi Universitas Rangsit di College of Pharmacy, memfasilitasi Lembaga Penelitian Ganja Medis. Sebuah lembaga riset guna melegalkan narkotika golongan I jenis tumbuhan ini.

Lembaga riset tadi memamerkan produk lokal ganja pertama mereka, untuk kepentingan mendukung pariwisata. Bila nanti pemerintah Thailand benar – benar melegalkan ganja untuk rekreasional ini. Para petani Thailand boleh jadi akan mendapat untuk lebih besar, dari pada menanam padi atau tebu.

Jika produk berbahan mariyuana ini diperbanyak, maka Thailand akan berada di posisi terdepan dalam mengupayakan industri ganja legal. Negara berbasis agraria di Asia Tenggara akan membuat Thailand menjadi lokasi investasi bisnis yang menggiurkan.

Ketika berada di Lembaga riset kampus dimana para perwakilan jurnalis diundang untuk meliputnya. Diperlihatkan kepada media berangkas logam abu – abu berisi 40 kilogram ganja kering. Setiap sekilo ‘bahan baku ganja’ itu berbentuk persegi panjang karena dipres dan dibungkus plastik bening.

Walau pun beberapa bulan lalu, pejabat terkait mengatakan, karena untuk kepentingan riset pengobatan. Ganja sitaan polisi itu mengandung insektisida, pupuk, logam berat atau jamur. Badan Kontrol Narkotika Internasional (INCB), mengingatkan agar sangat berhati – hati melanjutkan regulasi ini.

Thailand punya perjanjian yang harus dipatuhi, dimana isinya pengendalian narkoba internasional dan menjaga dari  kemungkinan terjadi penyalahgunaan. Presiden INCB Viroj Sumyai, berkantor di Wina, Austria ini mengatakan Thailand terikat tiga perjanjian utama tentang pengendalian narkotika internasional. “Yang mesti dipelajari dengan teliti oleh pemerintah,” sambung Viroj.

Diingatkan Viroj, Thailand beresiko akan  kehilangan hak impor untuk beberapa obat – obatan. Jika negara memutuskan untuk melegalkan ganja penggunaan yang bersifat rekreasional. Pantauan INCB, terkait kebijakan ganja di negara – negara Asia Tenggara. “Kebijakan negara soal ganja ini sangat memprihatinkan,” keluhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker