KABAR UTAMA

Dipolisikan ASN Gubernur Santai

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang hangat soal, laporan polisi beberapa aparatur sipil negara (ASN). ASN melaporkan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman karena merasa dipermalukan depan publik. Menanggapi hal itu Erzaldi tidak terlalu ambil pusing.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Dedi itu, sebagai Gubernur dirinya punya kewajiban melakukan pembinaan lewat perkataan. Apalagi dalam undangan pelantikan dan pengukuhan Senin (5/8/2019) di lantai tiga Kantor Gubernur, bukan satu – satunya agenda. “Apa ada kata – kata yang menyudutkan saat itu. itu pernyataan Gubernur kok,” jawabnya.

Mengumpulkan 150 lebih ASN dilingkuan Pemprov Babel sore itu, bukan hanya untuk pelantikan. Mendengarkan arahan dan nasihat Gubenur selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) menjadi prioritas. “Seharusnya tidak begitu kalau mereka mengerti cara kerja ASN,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Babel, Sahirman Jumli.

Mendengarkan nasihat dan arahan Gubernur selaku PPK itu pertama, baru undangan pelantikan, lalu nasihat kepada sejumlah ASN yang tidak disiplin. Agenda terakhir adalah penjelasan mengenai sertifikasi barang dan jasa. “Mereka diundang itu untuk dilantik dan untuk mendapatkan pengarahan dan nasihat,” terang Sahirman.

Kronologis Acara Pelantikan
Sebanyak 16 ASN diundang pada Senin (5/8/2019) sore itu, yang tidak dilantik dan digeser dari jabatannya. Mereka mencerita itu kemarin di ruang Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. Dari sana diketahui selain ada undangan pelantikan juga pemberian pembinaan kepada ASN.

16 orang ASN tadi memang sudah merasa tidak nyaman, ketika mengisi absensi karena nama mereka ditulis dengan tinta merah. Berbeda dengan 137 ASN lainnya dimana mereka akan menempati Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Umum.

Baru setelah didalam ruangan mereka diatur untuk duduk terpisah dari 137 orang yang menjadi pejabat. Setelah mendengarkan arahan dari Gubernur usai acara pelantikan, mereka mengaku tertekan secara psikis.

Maklum menjadi tradisi, jika mendapat undangan saat pelantikan mereka akan menempati jabatan baru. Menurut penjelasan mereka, usai pelantikan mereka akhirnya tahu jabatan mereka telah diisi orang lain. Saat itulah rasa terkejut dan malu mereka rasakan, sehingga berbuntuk melapor ke Mapolda Babel hingga Senin (5/8/2019) malam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker