KABAR UTAMA

Pemadaman Listrik Massal Negara Ini Ganti Menterinya

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Aliran listrik Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga wilayah Jawa Barat padam. Pemadaman massal tadi tentu berdampak, lumpuhnya beberapa fasilitas publik dari transportasi sampai komunikasi. Ternyata Indonesia buka negara pertama mengalami pemadaman listrik secara total.

Baca Juga : Kompensasi PT PLN

Baca Juga : Trafo PLN Meledak

Baca Juga : Hitung Biaya Kompensasi

Taiwan, Korea Selatan dan Venezuela adalah 3 negara yang pernah mengalami pemadaman massal. Bahkan berakibatkan lumpuhnya fasilitas vital seperti rumah sakit, distribusi makanan dan air minum. Pada pejabat yang bertanggung jawab di 3 negara tadi mengundurkan diri dan dipecat dari ‘kursi’ kabinet.

Menteri Ekonomi Taiwan Chih-Kung Lee mengundurkan diri dikarenakan listrik padam massal yang melanda Taiwan tahun 2017 mempengaruhi jutaan masyarakatnya. Karena kementerian yang ia pimpin saat itu bertanggung jawab soal pengaturan pasokan listrik Negara.

Setelah meminta maaf kepada publik, Chih-kung Lee mengundurkan diri atas permintaan sendiri kepada Perdana Menteri Lin Chuan. Setelah kabinet mengumumkan terkait pengundurannya, Chih-Kung lee resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Ekonomi Taiwan.

Menteri Urusan Listrik Venezuela, Igor Gavida Kamis (6/6/2019) lalu digantikan Professor Freddy Brito. Presiden Republik Venezuela, Nicolas Maduro secara langsung mengumumkan perubahan kabinetnya. Walau pun, pemadaman bisa jadi karena sabotase pihak oposisi Venezuela.

Karena menurut Manduro, para ahli negaranya menginformasikan penyebab pemadam kesalahan teknis yang tidak besar. arenakan para ahli mengatakan bahwa hanya terjadi kesalahan yang tidak besar. Namun karena pemadaman listrik berpengaruh hingga ke persediaan makanan, air, transportasi, dan rumah sakit, Gavida yang awal April 2019 baru menjabat diberhentikan.

Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong Kyung dikarenakan peristiwa pemadaman listrik secara nasional. Langsung mengambil langkah ksatria dengan mengundurkan dirinya dari pemerintahan saat itu. Padahal pemadaman terjadi bukan secara langsung tanggung jawab utamanya.

Pemadaman terjadi karena pembangkit listrik Negara, termasuk dengan reaktor nuklir yang sementara dimatikan karena musim dingin. Hal ini berimbas mempengaruhi dua juta penduduk rumah tangga di Korea Selatan. Presiden Korea Selatan saat itu Lee Myung Bak, secara berat hati menyetujui permintaan pengunduran diri Choi Joong Kyung. walaupun iya berberat hati menerimanya.

Padamnya aliran listrik di Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa Barat. Hanya membuat Pemerintah Indonesia melakukan kompensasi dan permintaan maaf Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kebijakan kompensasi dikelurkan setelah Presiden Joko Widodo, Senin (5/8/2019) pagi datang untuk meminta penjelasan, ke kantor PLN di Jakarta.  

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker