KABAR UTAMA

Tedung Diving Club Bagian Dari Pemecahan Rekor Dunia

Seputarbabel.com, Manado – Pemecahan rekor dunia Guinness Book of World Record untuk menyelam, di pantai kawasan Megamas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (3/8) selesai dilaksanakan. Kegiatan tersebut dimotori organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI) diikuti lebih dari 3.100 penyelam, 3 rekor dunia berhasil dipecahkan, Tedung Diving Club menjadi bagian peserta.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ikut ambil bagian, lewat salah satu club menyelam mereka. Tedung Diving Club, ikut diantaranya mantan Ketua Ikatan Karyawan PT Timah Tbk (IKT), Wirtsa Firdaus dan Ketua IKT Wilayah Pangkalpinang, M Fahmi Fauzi. Kemudian Kepala Bidang Government Relation PT Timah Tbk, Rendy Kurniawan ikut ambil bagian pemecahan rekor dunia itu.

Tedung Diving Club menghadirkan 12 penyelam PT Timah Tbk dari Kota Pangkalpinang dan Jakarta. Ketua Tedung, M Aidil Faisal merasa bangga dan terharu bisa turut ambil bagian dalam rekor dunia itu. Apalagi dalam event membentangkan bendera Indonesia terpanjang ini masih dalam suasana hari ulang tahun ke 43 PT Timah Tbk.

Rekor dunia untuk penyelaman massal terbanyak, total 3.131 penyelam dan pembentangan bendera terbesar di bawah air, ukuran bendera 1.041 meter. Kamis (1/8/2019) rekor manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chains Underwater) juga dipecahkan, 578 penyelam bergandeng tangan tanpa terputus selama 7 menit.

Pada kegiatan ini, Rekor diumumkan wakil Guinness World Book of Records Solvej Malouf. Untuk jumlah penyelam memecahkan rekor sebelumnya dengan total 2.465 penyelam, yang juga digelar di Manado pada tahun 2009. Rekor dunia sebelumnya untuk pembentangan bendera, mengalahkan rekor sebelumnya di Australia, bendera dibentang di dalam laut sepanjang 166,62 meter, tahun 2017.

578 penyelam asal Manado, menyelam sambil berpegangan tangan tanpa terputus selama lebih dari tujuh menit. Rekor itu mengalahkan rekor sebelumnya di Amerika Serikat pada tahun 2018, dengan total penyelam 386 orang. “Ini bertepatan dengan momentum dimana Indonesia akan memasuki usia ke 74. Emang harusnya kita punyai (rekor), mengingat kita negara kelautan terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang tidak ternilai,” ungkap Ketua WASI Tri Tito Karnavian.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker