KABAR UTAMA

Harga Timah Masih Wajar

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Produsen timah mendesak pemerintah Indonesia, mengatur data pasokan cadangan timah sehingga industri dapat mengelola penawaran dan harga dengan lebih efektif. Harga komoditas ini juga masih terjaga di level yang wajar, hanya terpengaruh trade war antara Amerika Serikat dan China.

Harga Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX), Minggu ini untuk 5 jenis balok timah turun hingga US$ 1000 per metrik ton, dibandingkan harga diawal bulan. Rabu (24/7/2019) harga TINPB300 ditutup US$ 17.620, untuk jenis TINPB200 harga ditutup US$ 17.740 TINPB100 US$ 17.830 TINPB50 US$ 17.940 TIN4 NINE US$ 18.190

Baca juga : Volume Transaksi Semester I

Meski sepanjang tahun ini harga masih akan bergantung pada konflik kedua negara adikuasa tersebut. Akan tetapi negara – negara berkembang yang memiliki banyak industri elektronik, merupakan salah satu sektor pengguna timah terbesar. Sehingga tingkat permintaan timah tahun ini akan tetap mengalami pertumbuhan.

Hal ini penting untuk meningkatkan intervensi yang besar dan bermanfaat bagi pasar timah. Pasar pun seharusnya memberikan apresiasi terhadap para produsen timah Indonesia. Mereka yang menerapkan Good Mining Practise / taat kepada regulasi dan prinsip-prinsip pengelolaan usaha yang berkelanjutan (SDGs / UNGP’s).

Komoditas mineral timah masih memberikan kontribusi mendongkrak kinerja neraca dagang Indonesia. Sekertaris Jenderal Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto, Indonesia ingin ekspor dikelola dengan lebih baik. “Jika ada kelebihan pasokan, lebih baik menyisihkannya sebagai status cadangan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya mengekspor 100 persen dari total keseluruhan produksi timah. Sehingga pihaknya menerima harga spot bahkan dalam harga yang buruk sekalipun. Dijelaskan, Indonesia telah mencoba berulang kali dalam beberapa tahun terakhir untuk membatasi produksi dan penjualan.

Mereka juga membuat timah wajib diperdagangkan melalui bursa komoditas lokal sebelum pengiriman, dalam hal ini Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI). Selain itu, pemerintah Indonesia juga membuat regulasi bahwa ekspor harus diperiksa oleh surveyor yang ditunjuk untuk memeriksa kualitas dan asal bijih yang digunakan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker