KABAR UTAMA

Muat Ribuan Ton Zirkon, Tongkang Itu Tidak Lagi Sandar

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Ribuan ton mineral diduga elminit dan zirkon telah berpindah dari truk ke tongkang Berkat Mandiri 33. Mineral ikutan timah dalam jumbo bag tersebut telah muat ke dalam tongkang yang tidak lagi bersandar. Hanya saja, karena belum melengkapi dokumen tongkang belum berlayar, melainkan hanya bergeser.

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Pangkalbalam, memastikan jika tongkang  Berkat Mandiri 33 tadi belum memiliki izin berlayar. Pejabat Harian KSOP IV Pangkalbalam Hasoloan Siregar, Senin (15/7/2019) lalu mengatakan, surat izin berlayar (SIB) belum dikeluarkan. Karena agen pelayaran Lautan Mulya Purnama (LMP), belum melengkapi dokumen.

Seperti diberitakan laman bangka tribun news Senin (15/7/2019) malam, pihak agen belum melakukan upaya untuk mendapatkan izin berlayar. Sehingga mereka belum menerima laporan clear out, walau barang telah muat ke tongkang. “Hanya bergeser dari dermaga ke tengah lego jangkar belum meninggalkan kawasan pelabuhan Pangkalbalam,” kata Siregal seperti dikutip laman tadi.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, PT Indomas Bara Prima dikabarkan adalah pemilik barang, hanya saja belum diketahui pasti kebenaran informasinya. Begitu pun soal, informasi mengenai Surat Persetujuan Berlayar (SPB), tongkang Berkat Mandiri 33 yang kabarnya sandar di Belitung. Kini telah terjawab jika barang tersebut memang milik PT Indomas Bara Prima.

Selain dokumen kapal terkait barang tambang, perusahaan harus menyiapkan 4 jenis dokumen. Surat Keterangan Produksi (SKP) awal, hasil uji laboratorium untuk mengetahui jenis barang dan laporan pemeriksaan hasil surveyor. Lalu dokumen barang juga harus dilengkapi dengan bukti setor pajak daerah kemudian syarat lainnya adalah SKP akhir.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas ESDM  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rusbani menjelaskan dokumen perizinan mereka belum lengkap. Karena  Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pengolahan permurnian perusahaan
tersebut masih dalam proses. “Untuk perdagangan antar pulau harus dilengkapi Surat Keterangan Produksi (SKP) dari Kabupaten/Kota juga belum dimiliki,” tambahnya. 

Sedangkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) barang tersebut memiliki izin, Nomor : 188.44/ 1028/ DPE/ 2015 dikeluarkan oleh Gubernur Babel. Yakni izin tentang usaha pertambangan operasi produksi khusus pengolahan dan pemurnian mineral ikutan timah (Ilmenit, Rutil, Zirkon, Monazit, Xenotim, Dll) untuk PT Indomas Bara Prima. Barang tersebut didapat dari hasil pengolahan mineral logam timah milik PT BBTS.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker