KABAR UTAMA

Pemprov Cari Solusi Cabut HTI

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Dari rekomendasi Pansus DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) mencabut izin Hutan Tanaman Industri (HTI). Dimana terdapat, 9 perusahaan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) HTI. Berbagai solusi akan diupayakan Pemprov Babel, salah satunya menjadikan HTI sebagai kawasan kehutanan sosial.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah mengapreasiasi rekomendasi yang disampaikan oleh Pansus HTI DPRD Babel. Pihaknya mengaku, akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut. “Intinya harus diserahkan kepada masyarakat dan kemudian juga diinginkan adalah HTI itu berubah menjadi kehutanan sosial sehingga pemanfaatannya itu sesuai dengan kaidah yang mengaturnya,” jelasnya.

Menurut Fatah terkait mencabut izin HTI seperti di daerah lain, menurutnya karena Pemprov Babel taat dengan kaidah dan norma yang mengaturnya. Langkah rekomendasi dari Pansus merupakan cara yang taat aturan, sehingga Pemprov punya dasar dalam bertindak. “Kita harus melakukannya secara bermatabat, dan hari ini ada rekomedasi maka sesegera kami tindaklanjuti agar dicabut izinnya diganti dengan kehutanan sosial,” terangnya.

Langkah keseriusan Pemprov Babel akan mencabut izin, diakui Fatah dengan tidak takut akan gugatan. Itu dikarenakan mereka menempatkan mencabut sesuai dengan aturan. Soal pencabutan izin amdal lingkungan bagi perusahaan HTI di Babel, merupakan langkah terakhir. “Kita akan lakukan secara general dulu, baru kalau tidak bisa kita gunakan cara (mencabut izin amdal lingkungan) itu,” tambah Fatah.

Sebelumnya kepada wartawan, ketua Pansus HTI DPRD Babel, Toni Mukti mengatakan. Izin HTI di Babel sudah bermasalah dari awal, terkait Amdal adalah salah satunya. Izin sendiri sudah dikeluarkan dari 2009, kemudian muncul kembali tahun 2011 keatas. “Ada rekayasa terkait penerbitan izin, sehingga menjadi masalah,” katanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker