Strategi Produksi Jangka Panjang PT Timah

Strategi Produksi Jangka Panjang PT Timah

Seputarbabel.com, Jakarta – Guna meningkatkan kinerja produksi jangka panjang, PT Timah Tbk memiliki langkah strategis. Diperkirakan akhir bulan Juli 2019, akan memulai pembangunan fuming smelter. Teknologi ini dapat memproses kembali tin slag, sebagai material terbuang bila menggunakan tanur. Tidak hanya itu PT Timah juga berinvestasi terkait teknologi pengolahan, ausmelt smelter.

Langkah ini menjadi strategi anggota Holding BUMN Pertambangan ini, karena akan mampu menjadikan tin slag menjadi bahan baku produksi. Mengutip laman kontan Minggu (30/7/2019) pukul 18.13 WIB. Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto mengatakan terkait pembangunan fuming smelter akan mulai dibangun tahun 2019. “Fuming smelter sedang tahap commisioning,” tulis laman kontan.

Fuming smelter akan mampu memproduksi 8.500 ton per tahun, sedangkan ausmelt smelter mampu memproduksi 35.000 ton per tahun. Keduanya menjadi strategi produksi jangka panjang PT Timah. Selain mampu membuat ‘sampah’ menjadi bahan baku produksi. Pengolahan biji timah kadar rendah 40 – 60 % dapat diproses. lewat teknologi

Masih dari laman tadi, kontan mencatat tahun ini produksi tin chemical dan tin soldier PT Timah ditargetkan mencapai 6.000 ton, naik 20% karena tahun lalu hanya mencapai 5.000 ton. Kuartal I-2019 produksi biji timah mereka mencapai sekitar 21.600 ton atau tumbuh 389% yoy. Sementara itu, logam timahnya mencapai 16.300 metrik ton, dengan rata – rata per bulan 5.400 metrik ton atau meningkat 304% dari kuartal I-2018.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan