KABAR UTAMA

Aktivitas Pembukaan Akses Jalan Menuju Bibir Pantai Gunung Tiong di Duga Tanpa Perhitungan.

Penulis : Agung Septianis.

Foto Alat berat mini merek Komatsu yang di gunakan untuk membuka akses jalan menuju pantai.

Belitung, seputarbabel com- Sebelumnya telah terjadi pembalakan hutan yang di duga Hutan Lindung (HL dan Hutan Lindung Pantai (HLP) yang terletak di wilayah Rt.06 Gunung Tiong, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung oleh salah satu Pengusaha Pengelola Tanah (Di) inisial asal Belitung. Minggu (4/3/2019).

Kepada awak media, Kepala Desa Pegantungan Ahid sebelumnya myampaikn bahwa pihak Desa tidak pernah sama sekali memberikan izin kepada pengelola tersebut untuk menggarap hutan yang di duga Hutan Lindung (HL) dan kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) untuk di bukakan akses jalan.

Lanjutnya, pihak Desa sempat memanggil pihak pengelola untuk menjelaskan dan meminta pertanggung jawabkan masala lahan yang sudah mereka garap, karna menurut Ahid pembukaan jalan haruslah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada.

Sebelum turun ke lokasi, time yang bersangkutan harus turun ke lokasi terlebih dahulu untuk menghitung tanam tumbuh yang bakal tergarap agar di gantikan dan semua harus di hitung dari orang kehutanan, jadi gak sembarangan.

“Saya sama sekali tidak tau bahwa ada pengelola yang sedang menggarap lahan di kawasan itu, karna gak ada laporan kalo mau buka lahan di sana,” lanjutnya.

Foto Akses Jalan Menuju Bibir Pantai Gunung Tiong yang di duga tanpa perhitungan.

“Untuk pemberitahuan ke Desapun tidak ada sama sekali, jika demikian maka kami akan melakukan peneguran, jangan Samapi ketika ada permasalahan maka kami yang kena,” ujar Ahid.

Hingga berita ini tersebar dan mendapatkan teguran dari pihak Desa, pihak pengelola dari lokasi tersebut sempat angkat kaki!. Beberapa waktu.

Sempat berhenti beberapa waktu ternyata  aktifitas ini  masih beroperasi hal ini dikatakan oleh salah satu sumber  di lapangan yang mengatakan mereka masih melakukan aktivitas penggarapan dengan menggunakan alat berat mini jenis Komatsu.

“Mereka masih bekerja, dengan menggunakan alat sendiri, tetapi kemaren mereka di panggil ke polres, katanya untuk di mintai keterangan,” lanjutnya.

“Kami berharap agar permasalahan ini jelas asal usulnya dan bisa di pertanggung jawabkan dengan jelas oleh oknum pengelola itu,” pinta satu sumber yang tak ingin namanya di sebutkan.




Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker