KABAR UTAMA

PT Timah Tingkatkan Teknologi Produksi

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – PT Timah Tbk sebagai anggota holding BUMN Pertambangan terus melakukan pengembangan dalam rangka meningkatkan kinerja produksi biji dan produksi logam. Bahkan PT Timah terus mengembangkan berbagai teknologi bagi produksi, baik teknologi alat tambang maupun teknologi peleburan.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan hal tersebut kepada wartawan beberapa waktu lalu. Menurutnya langkah PT Timah untuk meningkatkan kinerja, adalah meningkatkan kinerja produksi baik biji timah maupun produksi logam timah. “Ini dalam rangka meningkatan kinerja perusahan, sehingga berdampak pada kinerja keuangan. Sehingga biaya pokok produksi dan penjualan bisa optimal,” terangnya.

Direktur Keuangan PT Timah, Emil Ermindra seperti dikutip dalam laman media online yang mengutip dari kontan mengatakan adanya ketimpangan antaran kinerja produksi bijih timah dan produksi logam dengan hasil penjualan ekspor pada 2018. “Perolehan bijih timah yang sangat besar jauh di atas asumsi penyusunan RKAP 2018 menyebabkan terjadinya hambatan produksi logam. Hambatan tertundanya proses produksi logam karena ketidaksiapan proses pencucian dan pemurnian bijih timah sesuai dengan persyaratan teknologi smelter yang dimiliki saat ini, minimal kadar Sn 65% ke atas,” papar dikutip dari laman m.bizlaw.id.

Dilaman tadi, Emil menjelaskan upaya memperbaiki kinerja produksi memang berdampak pada peningkatan jumlah penggunaan kredit modal kerja dan volume persediaan bijih timah pada penutupan tahun buku 2018. Akan tetapi meningkatkan kapasitas smelter yang ditargetkan rampung pada bulan ini diharapkan mampu memberikan peluang keuntungan lebih besar pada tahun ini.

Apabila melihat laporan keuangan TINS pada kuartal III 2018, TINS membukukan pendapatan sebesar Rp 6,80 triliun naik tipis 2,72% dari Rp 6,62 triliun ketimbang periode yang sama tahun 2017. Beban pokok pendapatan di kuartal III 2018 turut naik 5% menjadi Rp 5,71 triliun dari Rp 5,46 triliun pada kuartal III tahun 2017. Kenaikan beban pokok yang lebih tinggi ketimbang kenaikan pendapatan ini menyebabkan laba kotor TINS turun 6% menjadi Rp 1,15 triliun.

Selain itu, beban keuangan TINS juga naik 69% menjadi Rp 200,40 miliar dari sebelumnya Rp 118,54 miliar. Alhasil laba bersih TINS pada kuartal III 2018 tergerus 14,98% dari Rp 300,57 miliar menjadi Rp 255,54 miliar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker