Camat Rangkui Sebar “Hoax” Gambar Pahlawan Nasional Depati Amir

Camat Rangkui Sebar “Hoax” Gambar Pahlawan Nasional Depati Amir

Pangkalpinang,Seputarbabel.com-Entah apa yang dipikirkan oleh camat Rangkui yang menyebar gambar “Hoax” pahlawan nasional asal Babel Depati Amir di gerbang masuk kantor kecamatan Rangkui.

 

Lukisan kakek tua yang di badannya ada lambang sponsor bertuliskan Nippon pain tersebut disebut camat Rangkui haris munandar sebagai Pahlawan nasional Babel yang baru ditetapkan oleh pemerintah pusat pada (9/10) kemaren.

 

Tapi ada yang berbeda di kantor kecamatan Taman Sari kota Pangkalpinang camat Susanto membuat sendiri poster sang pahlawan nasional dipajang di dinding kantornya.

 

“Kami buat sendiri sebagai rasa penghargaan,rasa syukur dan pengakuan kami bahwa Depati Amir ada patriot perekat keindonesiaan,” ungkap Susanto ketika ditemui tadi pagi,(14/12) dikantornya.

 

Ia juga berharap kedepan setiap perkantoran dan sekolah sekolah harus memajang gambar Pahlawan nasional Babel tersebut.

 

“Jasa mereka harus kita hargai, walaupun hanya dengan memasang poster 10R diruang kerja kita. Ini menjadi sebuah semangat baru bagi kita generasi penerus bangsa,”ucapnya

 

Kami juga menemui salah satu penulis dan budaya kota Pangkalpinang Drs. Akhmad Elvian mengungkapkan gambar yang dilukiskan di gerbang kantor kecamatan Rangkui itu bukan gambar Depati Amir.

 

“Kasih tau bener-bener salam dari pak elvian bilang beliau,” sebutnya

 

Ketika ditanyakan kenapa dua intansi yang sama tapi cara pandang dan melihat sangat berbeda, ini dibuktikan dengan dua gambar yang berbeda padahal sama sama kantor kecamatan dikota Pangkalpinang.

 

“Mungkin dia tidak lihat pemberitaan mana gambar yang sering digunakan,” pungkasnya

 

Camat Rangkui sudah pernah kami ingatkan tapi hingga kini tidak ada respon untuk membuka gambar tersebut  hingga berita ini diturunkan belum juga dibongkar.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan