Surat Tanah miliknya Dipalsukan, Bounti Akan Lapor Hj. Holly Ke Polda Babel

Surat Tanah miliknya Dipalsukan, Bounti Akan Lapor Hj. Holly Ke Polda Babel

Seputarbabel.com,Pangkalpinang– Bounti Bin A. Busni Rachman merasa hak milik orang tuanya telah dirampas oleh Bibinya sendiri Hj. Holly Binti Abdurrahman tampa diketahui oleh dirinya yang merupakan anak sah dan akan melaporkan ke Polda Bangka Belitung.

 

Saat ditemui tadi siang Sabtu,(14/7) Bounti mengatakan, ada hak miliknya orang tuanya yang sudah meninggal dunia telah dirampas dan dijual oleh Bibinya sendiri.

 

“Saya tidak terima kalau tanah milik orang tuanya di jalan A. Yani dalam kelurahan Kacang Pedang kecamatan Taman sari (Jalan Sahabat) telah dirampas dan dijual oleh bibinya sendiri,” Sebutnya

Ia juga sudah berkali kali melakukan mediasi dengan bibinya tapi hingga hari ini belum ada niat baik dari bibinya untuk mengembalikan hak tanah seluas 37 X 31 meter tersebut.

 

“Ternyata tanah tersebut sudah dijual hanya berdasarkan surat keterangan hak usaha atas tanah Nomor 05/SKHUAT-Kek V BRG/2003 yang dikeluarkan oleh Lurah Kacang Pedang, Kejaksaan Sidarta Gautama.S.stp tanggal 29 April 2003. Tampa diketahui ahli waris dari  H.Busni A Rachman,” Ungkapnya

 

Bounti juga menjelaskan SKHUAT tersebut di poin nomor 2(dua) tanah tersebut dibeli bawah tangan dari orang tuanya tahun 1998 lalu. Padahal tanah tersebut memiliki surat tahun 1980 yang sampai saat ini masih ia simpan.

 

“Jadi telah terjadi pemalsuan surat tanah tersebut. Surat asli jual beli pada 4 September 1980 yang dibeli orang tuanya dari H. Mastur ada pada dirinya,” katanya

 

Ia menegaskan bahwa Hj. Holly telah memalsukan surat tanah tersebut. Kami akan memperkarakan hal tersebut ke ranah hukum karena hingga saat ini tidak ada niat baik dari bibinya itu.

 

“Ternyata tanah tersebut sudah dibuatkan  Sertifikat atas nama Sulastini dengan nomor sertifikasi 382 pada tanggal 11/12/2011 melalui kantor notaris Wahyu Dwicahyo. SH. MKn,” tegasnya

Bounti juga menyebutkan pembuatan sertifikat tanah tersebut di Badan pertanahan nasional kota Pangkalpinang menghabiskan uang sebesar Rp 30 juta pada tanggal 28 September 2010.

 

“Kami sudah menanyakan saksi saksi yang ada di SKHUT mengakui bahwa mereka mendatangi surat tersebut hanya sebatas batas lahan saja bukan saksi jual beli. Tapi dirinya bingung dari 4 (Empat) saksi tersebut terdapat nama Hanan Basri. SH kepentingannya apa sehingga menjadi saksi di SKHUT itu,” cetus Bounti kepada awak media

 

Ia juga menyebutkan kami sudah berkali kali melakukan mediasi baik dengan pihak keluarga Hj.Holly, pihak Kelurahan Kejaksaan dan Kecamatan Taman Sari tapi tidak ada keputusan atas tanah yang ia miliknya tersebut.

 

“Rencananya senin,(16/7/2018) kami akan melaporkan masalah pemalsuan surat tanah ini ke Polda Bangka Belitung. Semoga saja apa yang kami perjuangkan ini bisa membuahkan hasil, hanya dengan jalur hukum mungkin dirinya bisa mendapatkan keadilan,” pungkasnya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan