Siapa BUNTUK Sebenarnya

Siapa BUNTUK Sebenarnya

Seputarbabel.com – Fahrizan yang biasa di panggil BUNTUK oleh karena banyak yang mengenali saya dengan nama panggilan BUNTUK saya memberikan arti dari sebuah nama panggilan BUNTUK= Berani Ungkapkan Tuk Kebenaran, Saya lahir dari rahim seorang ibu rumah tangga Rosmala dan anak ke tiga dari seorang ayah Anwar Bj yang sehari hari beraktivitas di kantor PT.Timah Tbk bagian logistik, di sebuah kota kecil di propinsi kepulauan Bangka Belitung kota pangkalpinang yang di lahirkan di rumah sakit UPTB yang saat ini RSBT pada hari sabtu, jam 04.50 atau sehabis shalat shubuh pada Sabtu, 23 Desember,

Tak heran logat bahasanya pun kurang lebih sama seperti, ki nek dak kawan ko” ya, dsb. Anda pasti mengenal Bangka Belitung dari beberapa produk seperti lada, timah, martabak, kerupuk, bakmi, laskar pelangi. Keenam hal itulah yang akan membuat Anda mengenal tempat asal kelahiran saya ini tepatnya INDONESIA MINI yaitu Kotamadya Pangkalpinang Propinsi kep. Bangka Belitung,

Walau Dicibir, Terus Berikan Terobosan Buat Tanah Kelahiran Kota pangkalpinang Tidak sedikit isu dan rumor miring tentang Fahrizan, membuat dirinya kerab dianggap dianggap tidak serius lantaran digosip sebagai tukang keliru, tetapi itu lah resikonya sebagai seorang parlemen jalanan, yang selalu mengurusi “laporan” masyarakat kota pangkalpinang

Padahal, berbagai terobosan baik sebagai tokoh pemuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), di awali dari aktivis kampus semasa kuliah di jogya bergabung dengan Badan Exsekutif Mahasiswa (BEM) serta lembaga lainnya di kalangan kampus ikut terlibat, salah satu aktivis anti korupsi maupun dari sisi kewirausahawan. Sebelum, ramai lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti korupsi membuka cabang organisasinya di Babel dia telah mendirikan LSM Kampak, inilah awal dia bergelur sebagai aktivis anti korupsi.

Prestasinya diorganisasi kepemudaan juga cukup signifikan, karena keinginan dirinya duduk sebagai pengurus harian pusat KNPI telah terealisasi. Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP KNPI 2015 – 2018 telah disandangnya, bahkan dia pun mendirikan organisasi kedaerahan yang bergerak disegmentasi pemuda, Persaudaraan Bangka Belitung adalah satu diantaranya.

Kini dikepemimpinan Irwansyah sebagai walikota Pangkalpinang, Agustus 2015 dipercaya mengawal penyehatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pinang dengan menjadi Dewan Pengawas.

Progres PDAM pun mulai menunjukan secercah harapan, sebagai perusahan air minum yang sehat, baik dan profesional serta dapat berkembang,
Setelah lulus di dua perguruan tinggi dan sempat mejadi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di Kampus Di Jogya & Solo, Serta menjadi sekretaris DPD KNPI BABEL 2010-2013 dia pun memilih Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang 2016 – 2020.

Ayah dari anak kembar Rara dan Riri ini. (FAHRIZAN) memang lebih dikenal dengan nama akrabnya Buntuk. Nama inilah, kemudian disingkat menjadi Berani Untuk Ungkap Tuk Kebenaran (Buntuk) Center, lembaga kajian politik lokal Babel pada tahun 2012. Sebagai lembaga pengawal pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat itu.

Anak ke 3 dari 6 bersaudara pasangan Anwar BJ dan Rosmala ini lahir waktu subuh di hari Sabtu 23 Desember 1981. Bisa jadi, lahir diakhir tahun, akhir minggu dan awal hari membuat sarjana lulusan ilmu Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara ini juga tekun dan ulet mencapai tujuan, dengan berbagai terobosan baru.

Untuk usaha dan kewirausahawan Buntuk pun memiliki terobosan, dunia pemasaran (marketing) adalah awal karirnya sebagai karyawan swasta di CV Sumber Jadi agen resmi Yamaha Babel. Dia pun mengembangkan karir sebagai Surveyor Marketing PT Bahana Auto Mandiri Dealer Motor Kawasaki Babel.

Karena produktifitas kinerjanya, mengingat saat itu penjualan motor kawasaki merambah pasar dengan cepat. Alhasil, promosi jabatan pun diberikan perusahaan sebagai Manajer Marketing Kawasaki Gorontalo.

Buntuk akhirnya memberi keputusan untuk tinggal di tanah kelahiran, Pangkalpinang melupakan soal promosi jabatan. Memang, selain baru saja memboyong Istrinya dan putri kembarnya yang masih balita,

Dia pun meyakini, sebagai Provinsi baru dengan kekayaan sumber daya alam yang berpotensi, Pangkalpinang akan memerikan kesejahteraan bagi keluarganya.

Dia pun mendirikan perusahaan komonditor dibidang pengadaan barang dan jasa, CV Rara Riri Rizan Bersaudara
Tidak sampai disitu, dia pun sukses memberikan oplah terbaik satu – satunya koran milik putra daerah yang masih eksis sampai saat ini. Tak banyak yang tahu memang, ditangannya Salah satu media cetak lokal memiliki kontrak terbesar perusahaan media cetak itu untuk wilayah Bangka Belitung. Tidak hanya itu, dia pula menjadi pionir media online di Babel. Mediababel.com dan seputarbabel.com & lenterababel.com adalah online miliknya yang menjadikan media online memasyarakat. PT Lentera Media Babel dan PT Putra Babel Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dibidang advertesing dan bisnis media onlinenya. Sekarang membuat sebuah perusahan dengan nama PT. SEPUTAR BABEL JAYA NUSANTARA.
Terobosan dalam karirnya di dunia usaha dan organisasi tadi dia memang dia rancang sebagai keinginan yang harus direalisasikan. Selain, beberapa jabatan dia dapati dalam rangka pergaulan, komunikasi dan permintaan untuk memajukan daerah.

Anak muda asal Kota Pangkalpinang Bangka Belitung yang satu ini, dikenal memiliki integritas tinggi, amanah, bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. Profesional, memiliki pengetahuan dan kemampuan serta memahami dan mampu mengimplementasikannya.

Selalu peka terhadap masyarakat disekitarnya dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah ubah.

Memiliki pemikiran untuk membangun Babel kedepannya dengan mengedepankan pada diri dengan berpikir “Mengabdi dari hati untuk BABEL” salah satu yang menjadi sebuah pemikiran besar untuk dapat mensejahterakan rakyat bangka belitung salah satu perjuangannya ialah :
Ingin berjuang untuk mendapatkan Saham Pemerintah Bangka Belitung Di Perusahan Bumn PT.Timah Tbk yang di ambil dari saham pemerintah pusat sebesar 65% saham.

Terus Berjuang untuk mengupayakan perda ketenagakerjaan biar pemuda babel bisa bekerja tidak menjadi penonton di negerinya sendiri,

Semua itu hanya dapat di perjuangkan apabila Fahrizan alias Buntuk terpilih sebagai anggota Legislatif Propinsi Bangka Belitung dari daerah pemilihan kota pangkalpinang dan itu di percaya oleh partai golkar propinsi bangka belitung,

Salah Satu Kontribusi Perjuangannya untuk Para Penambang Rakyat di Indonesia
mendorong uji materil Undang – Undang Minerba, terkait pasal tentang Pertambangan Rakyat dan syarat luas Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Untuk permohonan No. 25/PUU-VIII/2010, MK membatalkan Pasal 22 huruf e dan f sepanjang frasa “dan atau” dan Pasal 52 ayat (1) UU Minerba sepanjang frasa “dengan luas paling sedikit 5.000 hektare dan” karena bertentangan dengan UUD 1945. Ini artinya syarat luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) minimal 5.000 hektare dihapus, tentang penambangan rakyat.

Kepentingan mereka saat itu, bukan karena perusahaan smelter akan kesulitan mendapatkan IUP yang terkadang tidak pernah diproduksi.

Karena menjadi syarat formalitas asal mineral logam timah, yang faktanya timah batangan tadi bukan berasal dari IUP mereka. “Dari kajian kita, dengan luas seperti itu rakyat penambang akan sulit mendapat legalitas. Karena aturan soal pemilik IUP tidak boleh bermitra belum ada,” terangnya.

Uji materil tadi mereka daftarkan ke Mahkamah Konstitusi murni menggunakan uang pribadi. Dari mulai melakukan kajian, mencari legal standing penambang selain dirinya sampai ongkos tiket dan akomodasi pun mereka usahakan tanpa melibatkan donatur perusahaan tambang. Memang, setelah mereka mendaftar gugatan para pengusaha pun mendorong asosiasi melakukan gugatan sama,

Tetap konsisten Fahrizan alias buntuk sampai detik ini tetap konsisten untuk tidak mencari rejeki di bidang pertambangan walaupun kesempatan itu ada,

“Memang bagi saya ini murni kepentingan rakyat penambang. Karena asumsi saya waktu itu, kalau tidak digugat tidak ada IUP baru, lalu legalitas penambang rakyat di mana.

Karena mereka tidak boleh bermitra, kecuali PT Timah. Tapi kita tidak bicara hasil dan prosesnya bukan untuk kepentingan pemilik modal,” papar Fahrizan.

Kalimat bijak “Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada memaki kegelapan,”

Tujuannya saya dalam tulisan ini hanya satu yakni ingin memberikan pembelajaran kecerdasan berdasarkan pengalaman saya selama ini bagaimana saya melakukan perlawanan terhadap kebijakan kebijakan penguasa di babel yang ingin intervensi semua organisasi, karena saya tidak mau di bodohin oleh siapun maka saya mengetahui maksud tujuan akhirnya akan menzholimi rakyat babel, membagikan sebuah hasil kerja keras logika berpikir manusia yang sehat. Ketika suatu hari saya meninggalpun, saya ingin Anda dan orang-orang setelah kita tahu bahwa pernah ada orang-orang hebat dan pintar di zaman dulu.

Mengutip sebuah kata bijak dari seorang ulama besar, “Ada banyak orang hidup tetapi mendengar namanya saja kita menjadi mati. Namun ada orang-orang yang sudah mati, tetapi ketika mendengar namanya kita menjadi hidup.” Anda mengerti maksudnya? Jadilah orang-orang yang bahkan ketika Anda meninggalpun, saat orang mendengar nama Anda, mereka merasa termotivasi, terhibur dan diteguhkan untuk mendapatkan semangat baru, hari dan masa depan, saya berprinsip pada sebuah pepatah yang berkata

“Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada memaki kegelapan.”

Apa maksud pepatah ini?

Mari kita andaikan saat ini kita semua berada di dalam gua atau ruangan yang gelap gulita. Sudah pasti semua orang dari antara kita tidak bisa melihat dan tidak akan pernah menemukan jalan keluar. Bukankah begitu?

Bagaimana bisa mau menemukan jalan? Lagian memang gelap sama sekali.

Apa yang biasa orang lakukan pada situasi seperti ini?

Pasti ada yang mencoba bersabar mengharapkan pertolongan datang. Ada juga yang terpaksa merenungi nasib dan berkata, “Ya memang sudah takdirku begini.”

Atau beberapa lagi akan memaki-maki tidak jelas kepada semua orang.

Ada yang mungkin menangis histeris karena takut, ada yang saling cakar-cakaran, baku hantam, menyalahkan orang lain, dsb.

Karena memang saling tidak melihat dan bisa saling mukul karena didorong, terdorong atau apalah. Runyam, sumpek dan lainnya? Itulah yang kadang banyak terjadi dalam kehidupan kita di muka bumi ini dalam berbagai hal. Dan saya rasa itulah situasi yang kita hadapi sebagai rakyat di negeri ini. Semuanya kacau di negeri ini! Penegakan hukum melempem, korupsi merajalela, pelayanan publik amburadul, perebutan kekuasaan, omong kosong pejabat, berita fitnah, terorisme menghantui jiwa kita, bencana alam silih berganti memporak-porandakan negeri ini, mafia kasus menggurita, harga makanan semakin mahal, biaya pendidikan semakin tidak terjangkau, semuanya bikin stress dan sumpek. Sumbu emosi menjadi semakin pendek. Sampai ada yang berdoa agar ada meteor besar jatuh ke rumah pejabat korupsi, pelaku terorisme, dsb. Namun sayang, jatuhnya malah di atas rumah rakyat jelata.

Saat ini, kebiasaan mengumpat, memaki, menyalahkan, memojokkan, menggosip, menyebarkan berita bohong, dsb. sudah terbiasa. Apalagi jika situasi negara, kondisi perekonomian, politik, bencana alam semuanya berantakan dan silih berganti tiada henti. Lebih mudah memang mengeluarkan kata-kata makian, dsb.

Saya rasa Anda dan saya pun bisa. Tinggal saja angkat suara, bikin akun facebook palsu, nyebarin hoak, dsb. untuk menjelek-jelekkan orang, termasuk pemerintah. Gampang sekali melakukan hal itu! Siapa pun bisa! Jadi tidak perlu bangga jadi orang yang sukanya menjelek-jelekkan sesuatu atau pemerintah. Memilih untuk mengeluh itu jauh lebih gampang daripada memilih untuk melakukan perubahan.

Saya di sini hanya mencoba membagi sebuah ilmu yang menurut saya logis dan masuk akal sebagai seorang manusia.
Itu saja! Urusan Anda mau membacanya, mencernanya, mempraktekkannya, itu urusan pada Anda. Tidak ada paksaan sama sekali. Saya sudah cukup muak melihat banyak orang hanya bisa bicara saja.
Lalu ketika tetangga, saudara kita hidup menderita, nafas ngos-ngosan untuk menentukan antara hidup dan mati karena sakit, apa yang bisa kita lakukan? Lalu apakah Anda yakin Anda masuk Surga karena membiarkan sesama kita mati karena sakit karena miskin? Anda jawab sendiri!

Saya bukan pendeta, ustadz, biksu, bikuni, pastor, alim ulama! Saya hanya manusia yang mencoba membagikan sebuah akal sehat untuk menyiasati kegelapan hidup ini.
Saya hanya ingin menyalakan sebatang lilin. Itu saja! Itulah prinsip saya soal “lebih baik menyalahkan sebatang lilin daripada memaki kegelapan.” Saya rasa, jika kita mau kita bisa memberikan sedikit pembaharuan positif dalam masyarakat sekitar. Anda pasti bisa menyalakan sebatang lilin juga untuk sesama kita. Tetaplah bersama saya di tulisan yang akan datang. Wassalam

“Jadi Lah Generasi Pelurus Hal Yang Salah Di Lakukan Oleh Generasi Penerus”

Biodata

Nama  : Fahrizan

Tempat Tanggal Lahir  : Pangkalpinang, 23 Desember 1980

Alamat  : Jl. Kenangan No 39 Kel. Rawa Bangun Kec. Taman sari Pangkalpinang

Pengalaman Organisasi

– Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STIA’ AAN “ Jogyakarta 1998 – 1999

– Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STIA’ AAN “ Jogyakarta 1999 – 2000
– Wk. Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Jogyakarta 2000 – 2001
– Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM )Fakultas Isipol Sebelas maret 2002 – 2003
– Anggota KNPI Propinsi Kep. Bangka Belitung 2007 – 2010
– Anggota Karang Taruna Propinsi 2013- 2018
– Pendiri Merangkap Sekjen LSM KAMPAK BABEL 2007 – 2010
– Ketua Front Pemuda Bersatu BABEL 2010 – 2014
– Sekretaris DPD KNPI Propinsi Bangka Belitung 2010 – 2013
– Wakil Sekretaris DPP KNPI 2015 – 2018
– Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang 2016 – 2019

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan