Bangka BelitungBANGKA TENGAHhukumINFOTAINMENTKABAR UTAMANEK NGETOPPeristiwa

Kabarnya Pemilik TI, Amen Ngaku Koordinator

Seputarbabel.com, Bangka Tengah – Mungkin hanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terduga pelaku aktivitas penambangan ilegal berani muncul bahkan mengaku koordinator. Selasa (15/5/2018) malam satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) melakukan penertiban tambang ilegal (TI) di belakang Giant. Amen yang mengaku mengkoodinir, justru dikatakan warga sekitar kepada wartawan adalah pemilik alat produksi TI tersebut.

Ini diketahui ketika wartawan berbicang kepada seorang warga di sekitar lokasi penertiban, menurut perempuan paru baya tadi mesin yang akan diangkut Sat Pol PP adalah milik pria bernama Amen. Sayangnya perempuan tadi enggan menyebutkan namanya, belum sempat wartawan melanjutkan pertanyaan saat itulah Amen datang melarang anggota Sat Pol PP mengakut alat produksi TI.

Padahal dengan adannya mesin diesel serta beberapa alat yang sama dengan tambang inkonvensional untuk menambang timah. Jelas aktivitas tersebut jika tidak memiliki izin melanggar undang – undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Bahkan setelah beberapa kali ditertibkan, mereka memang melakukan aktivitas penambangan pada malam hari.

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)” bunyi pasal 158 UU (pertambangan) Minerba.

Malam tadi Kasat Pol PP Yamo’a Harefa sengaja mengaja anggota Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) II/4-2 Bangka, karena ada dugaan pelaku TI tersebut dibekingi aparat. “Ada dugaan pelaku tambang ilegal tersebut dibekingi oleh oknum aparat makanya malam ini kami melakukan razia gabungan bersama PM (Polisi Militer). Jika ada aparat yang nakal langsung di tindak,” terang Yamo’a.

Ditambahkan Yamo’a belum beberapa hari lalu dirinya bersama anggota menertibkan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun kemarin Sat Pol PP mendapat informasi jika kembali bekerja pada malam hari, sehingga dia pun langsung meneribkan malam tadi. “Kami akan terus melakukan penertiban sampai tidak ada lagi aktivitas di lokasi tersebut,” sambung Yamo’a.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker