Bangka BelitungKABAR UTAMA

PT Timah Diminta Optimalkan Pola Kemitraan

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – PT Timah Tbk sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan, memang dapat melakukan pola kemitraan dalam pengelolaan produksi tambangnya. Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerjanya (Kungker) ke Provinsi Kepulauan Bangka Belung (Babel) kemarin mengungkapkan hal tersebut. Komisi VII DPR RI juga yakin PT Timah dapat meningkatkan produksi dan menjaga stok timah dunia tetap aman.

Sebagai pemilik cadangan timah dunia ke dua setelah Tiongkok, pemilik izin usaha pertambangan (IUP) mineral logam timah terbesar di Negara kita adalah PT Timah. Menurut Ketua Tim Komisi VII DPR RI ke Babel, Eni Maulani Saragih  harapan PT Timah dapat menguasai cadangan timah dunia, dengan meningkatkan produksi dirasakan sangat memungkinkan. Menurutnya dalam meingkatkan produksi PT Timah dapat melakukan pola kemitraan dengan masyarakat atau perusaan swasta.

Sehingga cadangan mineral logam timah di Negara kita dapat menjadi suplai produksi bagi industri balok timah. Apalagi pendapatan PT Timah tahun 2017 juga dipengaruhi oleh produksi hilirisasi timah, seperti tin solde dan tin chemical. “’Kalau kita lihat, PT Timah sudah memaksimalkan upaya tersebut. Kendati demikian, perlu ada edukasi kepada masyarakat termasuk swasta untuk tetap bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan pasca menambang. Saya setuju PT Timah menjadi tempat muaranya” jelas Eni.

Politisi perempuan Partai Golkar tadi menjelaskan jika penambangan juga dapat menambah pendapatan Negara dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hanya saja menurut Eni pertambangan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan. Dia pun meyakini dengan mengoptimalkan pola kemitraan dengan perusahaan atau koperasi yang memiliki izin usaha jasa pertambangan, produksi PT Timah bisa lebih baik. “Kinerja PT Timah memang sedang bagus, peningkatan laba signifikan hingga dua kali lipat menurut saya sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.

Kungker Komisi VII DPR RI di Babel memang diawali dengan kunjungan ke lokasi bekas tambang PT Timah yang telah direklamasi. Kemudian kemarin kungker dalam rangka reses masa persidangana IV tahun siding 2017 – 2018 diterima Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah di kantor Gubernur Babel, komplek perkantoran Air Itam. Pada kesempatana itu Eni mengatakan mereka memang sengaja dating ke Babel kali ini untuk mengetahui informasi terbaru di sektor pertambangan, soal kelistrikand dan migas. “Akan kita bawa untuk menjadi bahasan komisi,” tambah Eni.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker