Bangka Belitung

Wagub Buka Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Gangguan Demensia

PANGKALPINANG – Wakil Gubernur (Wagub) Kepulaun Bangka Belitung, Abdul Fattah membuka secara resmi Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Gangguan Demensia yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Puncak Lestari, Pangkalpinang, Senin (23/4/2018) tersebut, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, drg. Mulyono, Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bangka Belitung dr. Heru Effendi, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dr. Edduar Idul Riyadi, SpKJ.

Sementara peserta kegiatan sehari dengan melibatkan peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, RSJ Provinsi Bangka Belitung, dan Pemegang Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Se Bangka Belitung ini, menghadirkan Narasumber dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI.

Dalam Laporannya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza yang diwakili KaSubdit P2PM Kesehatan Jiwa Dewasa dan Lansia, Kementerian Kesehatan RI dr.Edduard Idul Riyadi menyampaikan, kegiatan  ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan di seluruh Provinsi di Indonesia.

Pelaksaan di Provinsi Bangka Belitung ini, dikatakannya, merupkan Kegiatan yang ke-4 kalinnya sudah dilaksanakan.

Dalam pertemuan ini, diisi dengan Materi Pemeriksaan instrumen pemeriksaan dimensia dan melalui diskusi interactif,  membahas kebijakan pencegahan dan penanganan gangguan demensia atau yang sering disebut gangguan kepikunan. Hal ini sesuai program kerja P2PM Kesehatan Jiwa dewasa dan lansia, Kementerian Kesehatan RI.

Edduard  juga menjelaskan, Gangguan Demensia atau kepikunan sering terjadi pada orang yang sudah lanjut usia dengan gejala gangguan fungsi kognitif atau Kemunduran Memorinya.

Ada dua jenis gangguan Demensia, yaitu gangguan penyakit alzheimer dan dimensia gangguan vaskuler atau pembuluh darah otak. Gangguan ini, sebenarnya bisa diantisipasi sejak dini, penyakit kepikunan yang ditandai dengan kemunduran memori bisa menerpa siapa saja jika tidak menerapkan hidup sehat.

“Di Indonesia, 60 persen dari gangguan dimensia menyerang para lansia, yang timbul jika usia seseorag semakin tua, semakin tua semakin besar resiko terjadi. Perlu kita cegah karena saat ini belum ada obat yag benar-benar menyembuhkan atau memperbaiki fungsi otak, sehingga kita harus mencegah, pola hidup sehat mulai masa muda seperti tidak merokok, makan bergisi dan seimbang, olahraga, istirahat cukup, tidak stres dan lebih banyak beraktifitas dan membaca buku atau menulis,” urainya.

Sementara Wagub Abdul Fattah dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan pertemuan strategis dan sangat penting bagi masyarakat di Bangka Belitung. Karena hal ini merupakan bagian dari peningikatan SDM Bangka Belitung.

“Manusia berkembang dari Usia Produktif ke Usia Lanjut. Seperti peraturan yang berlaku saat ini, berubah-ubah rentan Usia Produktif seseorang, terlihat dari berubah-ubahnya kebijakan Usia Pensiun. Dengan pencegahan Demensia akan memperpanjang Usia Produktif yang pada akhirnya berpengaruh pada Pertumbuhan Ekonomi suatu Daerah,” ujar Wagub.

Kata Wagub, dalam menangani dan Mencegah Demensia ini, ada dua hal yaitu bagaimana menangani yang sudah terlanjur terkena Gangguan Demensia melalui penanganan, memanage serta mitigasi dan mencegah terjadinya Demensia melalui pembinaan dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Wagub mengapresiasi langkah Kemenkes RI ini, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Bangka Belitung, pada khususnya.

Wagub berharap kepada peserta yang ikut dalam koordinasi ini, benar-benar memperhatikan dan memprakekkannya di tengah masyarakat yang saat ini tidak menyadari akan masalah demensia ini

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker