Bangka BelitungINFOTAINMENTKABAR UTAMANEK NGETOPPANGKALPINANG

Ini keluh Kesah PKL Di ATM Kota Pangkalpinang

PANGKALPINANG,Seputarbabel.com- Ramainya pemberitaan tentang Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung(Babel) Erzaldi Rosman Djohan akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Alun alun Taman merdeka (ATM)kota Pangkalpinang. Membuat para pedagang resah.

Keresahan para PKL yang selama ini menggantungkan hidup mereka di ATM kota Pangkalpinang, disebabkan oleh pemberitaan media yang mengatakan akan dipindahkan ke jalan Alri atau dibelakang Hotel Sabrina.

Sri salah satu pedagang nasi goreng mengatakan kami sudah bertahun tahun menggantungkan hidup kami di ATM kota Pangkalpinang ini.

“Kalau nantinya, dipindahkan kami takut dagang kami tidak laku lagi seperti saat ini,” katanya

Ia berharap kedepan para pkl jangan dipindahkan, tapi ditata lagi yang lebih rapi. Seandainya pemerintah masih ngotot mau memindah kami, kami tetap tidak mau.

“Mohon kepada pemimpin jangan pindahkan kami. Kalau dagangan kami seperti bagaimana nasib keluarga kami,” ujarnya. Sabtu malam,(10/3).

Hampir semua pedagang kaki lima di alun alun Taman merdeka kota Pangkalpinang tidak mau di pindahkan. Tapi mereka hanya minta pemerintah menata kembali para pedagang ini.

“Silakan lihat di luar atau daerah lain, hampir rata rata Alun alun itu menyediakan lapak kuliner,” cetus usup pedagang tekwan.

Kami juga mencoba mewancarai pengunjung yang sedang menikmati makanan di ATM kota Pangkalpinang. Ternyata ada juga pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke ATM kota Pangkalpinang.

“Maaf pak, saya baru pertama kali kesini, saya orang Palembang,” Sebutnya

Kami terus mencoba mewancarai pengunjung yang sedang makan, Akhirnya kami bertemu dengan satu keluarga asal Gabek yang mengajak anak dan istrinya menikmati malam di ATM kota Pangkalpinang.

“Makan disini murah meriah 50 ribu saja sudah dapat makan berempat. Tidak hanya itu saja anak anak kami bisa bermain di ATM jadi bisa kami pantauan, walaupun sedang makan di PKL,” tutur Andre

Tidak hanya itu saja kami juga mencoba menghubungi ketua Asosiasi PKL Di ATM kota Pangkalpinang. Feri otong dan Odjei menjelaskan bahwa di ATM ini bukan pelaku usaha besar tapi hanya usah kecil saja.

“Ada 100 lebih pedagang kaki lima yang menggantung hidup di ATM ini,” ungkap Feri otong

Kalau nantinya dipindahkan dari ATM ke belakang Hotel Sabrina. Selain sempit disitu banyak rumah penduduk, nanti jadi masalah lagi.

“Nanti kalau ada pemilik rumah mau keluar mengunakan mobil jadi masalah lagi. Kalau seperti pedagang juga dirugikan,” tegasnya

Odjei berharap kedepan pemerintah tidak memindahkan PKL di ATM tapi membantu PKL agar pondok pondok dan gerobak lebih baik dan rapi. Kalau kebersihan lingkungan dari dulu kami sudah bersihkan.

“Kami harapkan pemerintah lebih peduli dengan masyarakat, bukan membuat masyarakat resah dengan isu yang beredar,” pintanya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker