Transaksi Timah ICDX Bikin Rugi Ratusan Milyar

Transaksi Timah ICDX Bikin Rugi Ratusan Milyar

PT TIMAH Rugi Rp 113 Miliar

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Kerugian PT Timah Tbk Rp 113 miliar karena bertransaksi di Indonesia commodity deveriatif Exchange (ICDX), merupakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Biaya bertransaksi di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) ternyata sangat banyak, bukan hanya iuran dan biaya keanggotaan saja. Dari jumlah barang total barang yang diperdagangkan, anggota juga harus mengeluarkan banyak biaya.

Misalnya ketika melakukan perdagangan 1 lot timah murni batangan, yang jumlahnya 5 metrik ton. Maka akan ada biaya – biaya saat akan dijual hingga terjadi transaksi, itu diluar biaya – biaya penyimpanan stok barang. Sehingga makin banyak lot terjual, biaya yang dikeluarkan makin besar. “Bayangkan kalau 1 lot itu 5 ton kalau 3 lot, makin besar beban biaya transaksinya,” kata peneliti Banka Resource Institute, Teddy Marbinanda tadi malam.

Menurut Teddy keanggotaan kontrak fisik timah murni batangan, di BKDI ada dua jenis. Keanggotaan yang dapat dialihkan dan tidak bisa dialihkab, dengan nilai mata uang dollar USA. Biaya pendaftaran $ 100, biaya keanggotaan $ 30.000 dan iuaran tahunan $ 10.000, bagi yang bisa dialihkan. Biaya pendaftaran keanggotaan yang tidak bisa dialihkan $ 100, biaya keanggotaan $ 5.000 dan iuran tahunan $ 6.000.

Menurut praktisi pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tadi, terkait perdagangan timah murni batangan harus satu pintu. Adalah penyebab tidak ada persaingan antar bursa sebagai tempat ‘berdagang’ timah di Indonesia. Padahal sejarah perdagangan balok timah dari Indonesia, sudah sangat lama dilakukan PT Timah. “Akibat tidak ada persaingan membuat ICDX bisa sewenang – wenang,” tambahnya.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Amin Haris Sugiarto mengatakan, Rp 113 miliar adalah angka audit yang dikeluarkan BPK. Direktur Utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani diundang BPK RI, Selasa (13/2/2018) bersama Gubernur Babel Erzaldi Rosman. Dalam proses audit BPK tadi diketahui kalau PT Timah rugi Rp 113 miliar. “Itu berasal dari biaya – biaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan transaksi di ICDX,” katanya.

Sebelumnya di seputarbabel.com, Senin (19/2/2018) malam di Tan Kastil, Pangkalpinang Gubernur mengatakan kinerja ICDX menyebabkan PT Timah rugi Rp 113 miliar. Ini terungkap ketika dia bersama Direktur Utama PT Timah diundang oleh BPK RI. Malam itu Erzaldi menghadiri ‘kopi darat’ Group WhatsAap Ngopi yang dibuat Fahrizan alias Buntuk. “Dulu, Sebelumnya adanya ICDX, setiap kapal berangkat duit masuk ke Bank di Babel,” keluhnya.

Gubernur juga menilai akibat perdagangan timah lewat ICDX,  berdampak negatif bagi perekonomian. Belum lagi peran BKDI sangat besar sementara peluang pemerintah daerah tidak ada sama sekali membuat Gubernur sangat tidak puas. Jika Negara hanya mendapatkan royalti 3%, ICDX mendapatkan 0,06% dari produsen dan 0,06% buyer.

“ICDX sudah dapat kiri dan kanan, dapat lagi pembayaran bulanan dan tahunan, belum lagi biaya tiap kali transaksi. Babel dapat apa hanya gudang saja numpang lewat. Sunggu sangat disayangkan kalau ICDX bisa untung justru plat merah ikut dirugikan yang angkanya Rp 113 miliar,” paparnya dengan nada tinggi.(riz)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan