Bangka BelitungINFOTAINMENTKABAR UTAMANEK NGETOPPANGKALPINANG

Gubernur Babel: ICDX Menyebabkan Kerugian Negara 113 Miliar

Pangkalpinang- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) blak-blakan mengenai masalah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang menyebabkan PT. Timah. Tbk rugi 113 miliar.

Hal ini terungkap ketika Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Direktur PT. Timah Riza Pahlevi di undang oleh Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia. Terdapatlah termuan karena berdagang timah melalui ICDX.

“Ikak bayangkan, perusahaan negara pun rugi gara gara ICDX, ” ungkapnya ketika menghadiri ngopi akbar bareng Group WhatsAap Ngopi di Tan kastil. Senin malam (19/2).

Ia juga menegaskan jika sudah mengalami kerugian maka benar dak gawe ICDX ne. Seharusnya ICDX ini harus memberikan nilai tambah untuk Babel. Ini malam membuat rugi kita.

“Dulu, Sebelumnya adanya ICDX, setiap kapal berangkat duit masuk ke Bank di Babel sehingga Bank Bank di Babel Liguet sekali. Tapi sekarang, ” katanya. Ikak lah jawabannya

Ia juga mengungkapkan kepada BPK RI pemerintah dan negara hanya mendapatkan royalti saja 3% itu saja. Tetapi ICDX mendapatkan 0,06% dari produsen dan 0,06% bayer.

“Ikak bayangkan ICDX sudah dapat kiri dan kanan, dapat lagi pembayaran bulanan dan tahunan juga. Babel dapat apa hanya gudang saja numpang lewat,” cetusnya

Bayangkan saja perusahaan swasta saja bisa untung besar dari timah, Sedangkan perusahaan plat merah megalami kerugian hingga 113 miliar.

“Sungguh sangat disayangkan jika swasta memiliki peran besar, Sedangkan pemerintah tidak miliki peluangapa apa,sungguh sangat disayangkan” tegasnya

Erzaldi juga menyebutkan bahwa 45% ekonomi Babel ini masih bergantung dengan timah. Contoh Desa tempilang gara gara tambang timah dihentikan apa yang terjadi saat ini ekonominya langsung ciut.

“Jika ditanya mana yang lebih penting pertambangan atau pariwisata, dua-duanya penting. Tapi kita tidak bisa langsung menghentikan pertambangan, ada caranya. Ini contohnya ini perkebunan, pertambangan,perikanan dan lain lainnya, pariwisata ada di mana pariwisata ada diatasnya. Jadi perkebunan dikaitkan dengan pariwisata, pertambangan dikaitkan dengan pariwisata begitu juga dengan perikanan, jadi pariwisata akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker