PANGKALPINANG

Aksi Peduli Lingkungan MPC PP Pangkalpinang

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Bentuk sigap kader Pemuda Pancasila (PP) Kota Pangkalpinang, dalam aksi peduli terhadap lingkungan disekitar pemukiman mereka. Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Pangkalpinang, menggelar aksi sosial berupa pengasapan (fogging). Ini dilakukan mengingat sudah ada warga di sekitar Kelurahan Rawa bangun, Gedung Nasional (Genas) dan sekitarnya terjangkit malaria.

Menurut Koordinator Aksi Peduli Lingkungan MPC PP Kota, Susanto kegiatan fogging dilakukan PAC PP Taman Sari dengan menggukan satu unit fogging. Dilalukan sejak pukul 13.00 WIB hingga sore tadi, mereka masih melakukan pengasapan,  lokasi fogging sendiri berada di wilayah RW O1 dan RW 02, Kelurahan Rawa Bangun Taman Sari. “Kita lakukan fogging karena sudah ada warga yang terkena demam berdarah, sehingga kita perlu melakukan pengasapan di dua RW tadi,” katanya.

Ditambahkan Susanto, fogging merupakan cara memotong siklus penyebaran dengan memberantas nyamuk, yang menyebab demam berdarah dan malaria. Demam berdarah dan nalaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. “Untuk itu, perlu dilakukan tindakan preventif sebelum meluas,” tambahnya.

Susanto juga meminta maaf kepada masyarakat disekitar lokasi pengasapan, apabila merasa terganggu. Tetapi fogging harus dilakukan, demi kepentingan dan kesehatan lingkungan bersama. Dia pun menghimbau kepada masyarakat dapat bersama – sama menjaga lingkungan sekitar agar, sehat, bersih dan indah.

Dihubungi terpisah Ketua MPC PP Kota Pangkalpinang, Fahrizan mengatakan kegiatan tersebut inisiatif PAC PP Taman Sari. Hanya saja terkait kegiatan aksi peduli lingkungan, memang program MPC PP Kota Pangkalpinang. Berbagai kegiatan Aksi Peduli Lingkungan MPC PP Kota menurutnya sering melakukan berbagai kegiatan, bukan hanya fogging. Kegiatan seperti bersih – bersih lingkungan, penanggulangan banjir sampai penghijauan. “Kegiatan itu bentuk keperdulian ormas (organisasi masyarakat) terhadap lingkungan,” tambah Buntuk.(riz)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker