Bangka Belitung

Dari Nigeria Produksi PT Timah Bertambah 5.000 Ton

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Setelah resmi melakukan perjanjian kerja sama pembentukan perusahaan patungan, PT Timah Tbk  dan perusahaan asal Nigeria, Topwide Ventures Limited resmi membentuk Joint Venture Co. Mulai 2018 proses pembangunan kontruksi untuk pabrik akan dilakukan, sehingga bisa mengoptimalkan areal konsesi pertambangan seluas 16.000 hektare. Ditargetkan di tahap awal memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 metrik ton ingot per tahun.

Dari informasi yang didapat seputarbabel.com, dalam waktu dekat rencananya perusahaan yang berbasis di Afrika Barat ini akan segera menyelesaikan proses awal. Dimana kontruksi pembangunan pabrik akan dimulai tahun 2018. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PT Timah untuk melakukan ekspansi ke negara tersebut. “Semoga kerja sama ini dapat memberikan keuntungan tidak hanya bagi kedua perusahaan namun juga kepada Indonesia dan Nigeria,” ujar Direktur Utama PT Timah, M Riza Pahlevi dalam keterangan resmi di Abuja, Nigeria, Senin (10/12).

PT Timah melakukan ekspansi ini setelah menjadi bagian dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan. Dengan demikian, PT Timah percaya diri melakukan lompatan ke kancah global, di mana Nigeria menjadi negara pilhannya. Alasannya, Nigeria sebagai penghasil timah yang potensial secara deposit dan juga memiliki sejarah panjang tentang pertimahan dunia.

Joint Venture Co ini sendiri merupakan implementasi investasi bertahap yang akan mengelola eksplorasi, operasi penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan dan pemasaran timah serta mineral turunannya yang berada di Nigeria. Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Riza dan Chairman Topwide Ventures Limited Clement Annie Okonkwo.

Duta Besar Indonesia untuk Nigeria Harry Purwanto menjelaskan, kerjasama ini merupakan langkah yang monumental, bersejarah dan strategis khususnya untuk hubungan baik kedua negara. Dirinya mengatakan, PT Timah merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang melakukan ekspansi ke Nigeria. Menurutnya, ini adalah contoh yang bisa ditiru oleh investor lain yang ada di Indonesia.

“Ke depan kita akan melihat bersama bahwa proyek ini diharapkan berjalan baik dan menimbulkan benefit tidak hanya untuk Nigeria tapi juga untuk Indonesia. Untuk itu kami berterimakasih kepada PT Timah atas terealisasinya kerjasama ini,” ujarnya.

Chairman Solid Minerals Development Fund Alhaji Saidu Malami mengatakan, kemitraan dengan PT Timah diharapkan akan mewujudkan industri pertimahan di Nigeria. “Jelas bagi kami PT Timah Tbk adalah salah satu dari perusahaan pertambangan timah terbaik di dunia dan kami sangat excited menjadi bagian dari itu dan juga kami berbangga menjadi negara penghasil timah yang penting untuk dunia,” ujar Malami.

Sebelumnya PT Timah mengoptimalkan cadangan, selain melakukan pencarian cadangan baru. Untuk itu, PT Timah akan melakukan pembangunan smelter ausmelt dan fuming. Riza menjelaskan, smelter ausmelt ini akan menelan biaya sebesar Rp 550 miliar dan ditargetkan beroperasi pada triwulan II atau III 2017. Sedangkan, nilai investasi smelter fuming sebesar Rp 60 miliar dengan target operasi semester II-2018.

Sementara itu, capital expenditure (capex) PT Timah pada tahun 2017 ini adalah sebesar Rp 2,6 triliun di mana Rp 0,3 triliun akan disuntikan ke anak usaha. Sampai saat ini, dana tersebut sudah terserap sebesar 40 persen yang digunakan untuk membayar termin pertama daripada peningkatan kapasitas smelter. Lainnya adalah membiayai eksplorasi. Kemudian, peningkatan sarana produksi lainnya.

Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra menuturkan, kinerja keuangan dan operasional semester I-2017 masih cukup baik, akan tetapi baru akan dirilis pada pekan depan. Secara umum, total laba PT Timah mengalami pertumbuhan dari tahun 2015-2016 dengan pertumbuhan laba bruto sebesar 604,8 persen. Total Aset juga mengalami peningkatan yang dari tahun 2015-2016 sebesar 3,86 persen.

Emil melanjutkan, berdasarkan sumber Top Tin-producing Companies, produksi timah secara global pada tahun 2016 adalah 341.390 Metrik Ton (MT). Sedangakan konsumsi timah global sebesar 352.700 MT. Dengan adanya selisih sebesar 11.31 MT, menunjukan potensi bisnis timah semakin baik. Produksi PT Timah sendiri pada tahun 2017 ini ditargetkan 30-33 ribu MT.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker