Bangka BelitungINFOTAINMENTKABAR UTAMANEK NGETOPPANGKALPINANG

Pelaku Pariwisata Sebut Akibat Pertambangan Air Laut Jadi Keruh

Pangkalpinang,Seputarbabel.com – Harapan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) meminta Gubernur untuk mengevaluasi seluruh izin perusahaan tambang rupanya ditanggapi positif oleh pengusaha pariwisata di Kabupaten Bangka.

“Memang sangat disayangkan bila ada pertambangan. Pasalnya saat Menteri Agama berkunjung kesini, beliau mengatakan tempat ini bisa jadi wisata religi,” ungkap Pengelola Puri Tri Agung Bangka, Ani 

“Kami cuma sebagai pengelola dan tidak punya hak untuk melarang orang mau menambang, dan kami juga tidak melarang, tapi kita sendiri yang malu kalau laut kita keruh, apa kata orang” tambahnya

Berbeda dengan Pengelola Tanjung Pesona, Fernadi Santoso mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mengecam pertambangan yang beraktivitas disekitar daerah pariwisata.

“Terkait penambangan di pesisir pantai, dari dulu memang kami tidak setuju. Kalau sudah ada pertambangan pasti pantai menjadi rusak,” ungkapnya

Pihaknya sudah memperbaiki fasilitas hotel, agar para wisatawan yang berkunjung merasa puas dengan keindahan alam Bangka

“Aktivitas tamu untuk mandi dan Diving tidak bagus lagi kalau sudah keruh,” tukasnya

Pihaknya berharap pemangku kepentingan untuk segera mungkin membuat aturan terkaitdaerah pariwisata

“Kami tetap berkomitmen akan menolak aktivitas pertambangan, dan berharap perda zonasi segera mungkin dibuat, agar tata kelola beriringan,” pintanya

Selain itu pengelola Tongachi, David mengatakan bahwa pihaknya berharap pemerintah menijau ulang izin pertambangan yang ada sekarang. Sebab bila tidak akan berdampak pada ekosistem laut apalagi disini merupakan tempat penangkaran penyu.

 “Kalau untuj penyu, air harus steril dan jernih berwarna biru air lautnya, tapi kenyataannya kita lihat sendiri, disepanjang pantai kami ini air keruh kecoklat coklatan, dan itu menurut kami mengandung bakteri atau mikroba yang hidup didalamnya,” ungkapnya

“Bakteri ini menyerang tubuh anak anak penyu, yang kita temukan bakteri itu menyerang hati, lambung dan saluran pencernaan yang mengakibatkan penyu tidak mau makan selanjutnya sakit dan mati,” ungkapnya lagi

Disinggung faktor penyebab kekeruhan David mengatakan disinyalir karena pertambangan yang berdampak pada berubahnya air laut.

“Kita tau pas didaerah depan kita inikan memang ada kegiatan pertambangan, memang katanya sudah ada kapling-kaplingannya tetapikan dengan adanya gelombang dan arus bisa kebawa kemana mana,” tutup David

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker