Bangka BelitungINFOTAINMENTKABAR UTAMANEK NGETOPPANGKALPINANG

BENDAHARA MASJID BAITUL AROFAH TOLAK UANG 400 JUTA DARI CANDRA LIE

PANGKALPINANG,Seputarbabel.com- Sengketa jual beli 38 hektar lahan terlantar oleh warga yang mengatasnamakan masyarakat Selindung kepada salah satu pengusaha ternama dikota Pangkalpinang.

Uang hasil penjualan 38 hektar lahan terlantar di kelurahan Selindung dengan nominal uang Rp 400 juta. Kepada Candra Lie untuk membantu pembangunan masjid ditolak oleh Bendahara masjid Baitul Arofa  

Hal ini diungkapkan oleh Martin bendahara masjid Baitul arofa saat ditemui tadi malam(7/7/2017) di masjid tersebut 

“Waktu itu ko di telpon oleh Ketua masjid kami untuk mengambil uang kepada salah warga yang menjadi perantara masyarakat, di situ ade duit 400 juta untuk masjid,”ucapnya 

Ia juga bingung uang 400 juta ternyata hasil penjualan 38 hektar lahan terlantar tersebut mengatasnamakan masjid dan masyarakat Selindung

“Masjid dan masyarakat tidak pernah menjual lahan terlantar tersebut kepada siapapun, ini hanya dinikmati segelintir orang saja,” tegas bendahara masjid bertubuh gempal tersebut

Malam ini kami sengaja datang dan berkumpul di masjid Baitul arofa untuk rapat warga membahas masalah uang 400 juta. Tapi rapat itu dibatalkan oleh Ketua masjid dan akan esok hari katanya

“Jangan sampai nantinya terjadi miskomunikasi, dikira masjid Baitul Arofa dan masyarakat Selindung  Yang menjual 38 hektar lahan terlantar tersebut. Tapi nyatanya yang mendapatkan keuntungan hanya segelintir orang saja, “tuturnya. 

Kami tidak mau menjadi tameng atas penjualan lahan terlantar tersebut, untuk itu lah kami berkumpul untuk mendapatkan penjelasan dari ketua masjid dan lurah Selindung. Seperti apa kronologis uang 400 juta tersebut

“Uang 400 juta itu masih ada, tapi ia (Bendahara masjid Baitul Arofa) tidak mau tanda tangan sebelum ada rapat warga,” pungkasnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker