Bangka Belitung

Erzaldi Laporkan Ke Jokowi Tentang Bursa Timah Indonesia.

ICDX AKAN DI BUBARKAN

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan menceritakan soal pertimahan di Bangka Belitung saat rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.
Erzaldi mengatakan saat itu Presiden Joko Widodo banyak senyum saat mendengar penjelasannya.

“Pak Presiden menanyakan pendapat saya, bertanya tentang pertimahan dan bursa,” ungkap Erzaldi Rosman Djohan, Kamis (8/6/2017) di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Babel.

Dijelaskan Erzaldi, pak presiden sudah minta Menteri Perdagangan untuk mengundang pelaku timah.

Menurut gubernur,apakah dilakukan peninjauan ulang atau rekomendasi. Dimana sebelum Idul Fitri, Menperindag diminta presiden, sudah ada laporannya.

Baca juga : https://seputarbabel.com/2017/06/06/gubernur-ingin-bursa-timah-bubar/

Berita sebelumnya Lantaran dinilai tidak berkontribusi untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak beroperasi, bursa timah di PT Bursa Komoditi Deveratif Indonesia (BKDI) atau Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang bermarkas di Jakarta diusulkan untuk dibubarkan. Guna merealisasikan pembubaran itu, hari ini Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Roesman Djohan akan melaporkan ICDX yang tidak berkontribusi ke daerah kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Kepada wartawan usai rapat dengan para pengusaha dan eksportir timah di kantor gubernur, Senin (5/6/2017), Gubernur Erzaldi menegaskan siang ini Selasa (6/6/2017) pukul 13.00 Wib, ia didampingi beberapa pejabat daerah dijadwalkan akan melakukan rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Saat ratas itulah Erzaldi akan melaporkan enam point persoalan di Babel kepada Presiden, termasuk tentang keinginan agar bursa timah di ICDX dibubarkan.

“Ratas dengan presiden saya akan melaporkan mengenai timah. ICDX di Babel belum memberikan harapan berkenaan dengan harga timah. Terus kita menduga apapun yang dilakukan (ICDX) justeru gak menguntungkan daerah dan negara, dan pengusaha,” bebernya.
Disinggung apakah Erzaldi menyarankan eksportir untuk tak lagi menggunakan bursa timah ICDX dalam kegiatan ekspor timah, ia mengaku hanya sebatas melaporkan saja kepada presiden. Dan perihal apa keputusan presiden kelak, itu merupakan hak presiden sebagai kepala pemerintahan untuk memutuskannya.
“Saya hanya melaporkan saja, untuk segera diambil kebijakan. Perkara presiden nerima atau tidak (keinginan membubarkan bursa timah), tergantung, yang penting sudah ada gambaran,” imbuhnya.

Selain persoalan bursa timah ICDX dan pertimahan di Babel, Erzaldi juga akan mempertahankan status Pulau Naduk yang hendak dijadikan pulau karantina sapi nasional di Belitung, yang sudah dicoret dari proyek strategis nasional.
“Ada persoalan KEK, Proyek Strategis Nasional (PSN) bandara (internasional di Belitung), Pulau Naduk kan sudah tereliminir, tapi kita coba untuk mensinkronkan kembali dalam rangka percepatan proyek strategis nasional,” tukasnya.

Menurutnya, konektivitas Bangka Belitung dengan pulau lain pun akan dibahasnya dengan Presiden. Terlebih soal pelabuhan yang berkenaan dengan inflasi. Ia menilai dengan infrastruktur yang siap, bisa menekan inflasi di Babel. Tetapi, inflasi tak semata hanya persoalan infrastruktur saja, diantaranya juga menyangkut distribusi barang.

“Kemudian di sektor pertanian, lada, karet, sawit kita buat inovasi dengan perdagangan langsung yang melibatkan peran petani. Inovasi penanaman lada yang baik dan benar dan mekanisasi pertanian persawahan,” tuturnya.


Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker