https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

SEJARAH KABUPATEN BANGKA BARAT

KABUPATEN BANGKA BARAT

Sejarah Awal Pemerintahan

  1. Dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang ditetapkan pada tanggal 25 Februari 2003 dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
  2. 24 Mei 2003, Drs. H. Syaiful Rachman, MM. dilantik sebagai Penjabat Bupati Bangka Barat oleh Menteri Dalam Negeri RI, Hari Sabarno, bersama 3 tiga Penjabat Bupati lainnya bertempat di Lapangan Merdeka Pangkalpinang. Tanggal ini menandai awal penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bangka Barat.
  3. Guna membantu pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah daerah di Kabupaten Bangka Barat di masa awal pemerintahannya, Penjabat Bupati Bangka Barat, Drs. H. Syaiful Rachman, MM., menunjuk dan menugaskan 5 (lima) orang Tim Asistensi Penjabat Bupati Bangka Barat yang bertugas sampai dengan terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yakni :
    1. Ir. H. Herman Sanjaya (Bidang Pekerjaan Umum.
    2. Drs. H.M. Sayuti, M.Si. (Bidang Pemerintahan ”eksternal pemerintah kabupaten”)
    3. Yufendi, SE., MM. (Bidang Umum dan Perlengkapan)
    4. Binsar Situmorang (Bidang Pemerintahan ”internal pemerintah kabupaten)”
    5. Sofyan Usman, SH. (Bidang Protokoler Umum). Sebagai kantor sementara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bertempat di Komplek Pusmet Muntok Blok B Nomor 2 yang merupakan bentuk fasilitasi PT. Timah (Tbk).
  4. 26 Juli 2003, Ramli Ngad Jum, SH., MH., MM., M.AP., dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat oleh Penjabat Bupati Bangka Barat, Drs. H. Syaiful Rachman, MM., setelah memperoleh persetujuan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
  5. 15 September 2003, dilaksanakanlah kali pertama pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang dipimpin oleh Penjabat Bupati Bangka Barat, Drs. H. Syaiful Rachman, MM., setelah terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Bangka Bara yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Bangka Barat Nomor 1, Nomor 2, dan Nomor 3, melalui persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI.

Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur.

Batas wilayah Kabupaten Bangka Barat berdasarkan Undang-Undang RI No. 5  Tahun 2003 adalah sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan laut  Natuna
  • Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bangka
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Bangka
  • Sebelah barat berbatasan dengan Selat Bangka

Berdasarkan pembacaan pada Peta Rupa Bumi BAKOSURTANAL skala 1 : 250.000, wilayah Kabupaten Bangka Barat secara geografis terletak di antara : 105 o 00’ – 106o 00’ BT dan 01o00’ – 02o 10’ LS. Luas wilayah daratan lebih kurang 3.065,79 Km² dengan wilayah administratif yang terbagi 6 (enam) kecamatan, 4 (empat) kelurahan dan 60 (enam puluh) desa.

Kecamatan

  1. Jebus = 428,85 km²
  2. Kelapa = 664,47 km²
  3. Muntok = 431,45 km²
  4. Simpang Teritip = 972,52 km²
  5. Tempilang = 414,61 km²
  6. Parittiga = 153,89 km²
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Muntok 431.45
1 Tanjung 24.45
2 Sungai Daeng 30.00
3 Sungai Baru 30.00
1 Air Putih 122.00
2 Air Belo 85.00
3 Belo Laut 80.00
4 Air Limau 60.00
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Simpang Teritip 972.52
1 Pelangas 46.38
2 Kundi 98.26
3 Mayang 7.20
4 Paradong 40.00
5 Air Nyatoh 71.50
6 Berang 24.84
7 Rambat 240.00
8 Simpang Gong 26.00
9 Simpang Tiga 132.60
10 Ibul 30.00
11 Pangek 32.00
12 Bukit Terak 25.00
13 Air Menduyung 198.74
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Jebus 428.85
1 Jebus 28.73
2 Sungai Buluh 30
3 Tumbak Petar 33.63
4 Limbung 43.25
5 Rukam 66.66
6 Ranggi Asam 62.67
7 Ketap 118
8 Mislak 12.65
9 Pebuar 23.13
10 Sinar Manik 5.4
11 Air kuang 4.51
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Kelapa 664.469
1 Kelapa 58.9
1 Mancung 18.1
2 Kayu Arang 45.34
3 Pusuk 37.16
4 Dendang 74
5 Kacung 79.179
6 Sinar Sari 14
7 Beruas 25.02
8 Tebing 21.15
9 Terentang 60.73
10 Tuik 28.9
11 Tugang 67.21
12 Air Bulin 73.74
13 Pangkal Beras 60.25
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Tempilang 414.61
1 Tempilang 32.7
2 Tanjung Niur 126.59
3 Sangku 52.7
4 Buyan Kelumbi 71.55
5 Penyampak 60
6 Benteng Kota 11
7 Air Lintang 11.8
8 Sinar Surya 16.86
9 Simpang Yul 30.96
KOTA/KECAMATAN KELURAHAN DESA LUAS WILAYAH (KM²)
Parit Tiga 153.89
1 Sekar Biru 8.262
2 Telak 50
3 Cupat 3.08
4 Bakit 18.25
5 Puput 8.532
6 Air Gantang 33.048
7 Kelabat 33.048
8 Kapit 49.67
9 Semulut 28.6
10 Teluk Limau 34.42

Secara topografi wilayah Kabupaten Bangka Barat terdiri dari rawa-rawa dengan hutan bakau dengan wilayah pantai landai berpasir, daratan rendah dan bukit-bukit dengan hutan lebat. Kabupaten Bangka Barat memiliki iklim Tropis Tipe A dengan curah hujan rata-rata 11,8  hingga 370,3 mm/bulan dan suhu udara rata-rata antara 25,7° C hingga 29,0° C.

Suku dan etnis penduduk Kabupaten Bangka Barat terdiri dari suku melayu, keturunan Tionghoa, Jawa, Arab Melayu, Palembang, Bugis dan Batak. Total Jumlah Penduduk s.d. Nopember 2011 adalah 187.453 Jiwa, dan persentase agama yang dipeluk oleh  penduduk adalah Agama Islam (90.61 %), Budha (5.56 %), Kong Fu Cu (1,67 %),  Kristen (1.56 %), Katholik (0,56 %) dan Hindu (0,03 %).

Mata pencaharian penduduk tersebar di berbagai kegiatan pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan, kelautan, perdagangan barang dan jasa, serta pegawai negeri, BUMN dan swasta. PT. Timah, Tbk., salah satu perusahaan BUMN yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang banyak menampung tenaga kerja. Dan di Kota Muntok adalah pusat peleburan biji timah pertama dan terbesar yang ada di Indonesia.

Kepala Daerah

  1. Drs. H. Syaiful Rahman, MM. : 24 Mei 2003 – 1 Februari 2005 (Pj. Bupati)
  2. Drs. Huzarni Rani, M.Si. : 1 Februari 2005 – 5 Agustus 2005 (Pj. Bupati)
  3. Drs. Parhan Ali, MM. : 5 Agustus 2005 – 5 Agustus 2010 (Bupati)
  4. Ramli Ngad Jum, SH., MH., MM., M.AP. : Plt. Bupati
  5. Drs. Nazalyus : Pj. Bupati
  6. Ust. H. Zuhri M Syazali, Lc., MA. : Desember 2010 – Desember 2015
  7. H. Sudirganto : Pj. Bupati
  8. Drs. Parhan Ali, MM. : 22 Maret 2016 – 22 Maret 2021

Sekretaris Daerah

  1. Ramli Ngad Jum, SH., MH., MM., M.AP. : 26 Juli 2003 – 2014
  2. Yanuar, SH.,MH., 14 Agustus 2014 – 2016.
  3. Drs. Yunan Helmi M.Si., 27 Desember 2016 – sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *