Bawaslu Di Desak Tunda Penetapan Calon Gubernur Babel

Bawaslu Di Desak Tunda Penetapan Calon Gubernur Babel

PANGKALPINANG – Dewan Pembina Pemuda Bangka Belitung, Pemuda Peduli Bangka Belitung serta perwakilan PWI Babel menyambangi Sekretariat Bawaslu Babel.
Mereka mempertanyakan rilis yang dikeluarkan Bawaslu RI mengenai peringkat kedua temuan Money Politic sebagaimana diterbitkan salah satu media lokal tertanggal Sabtu (17/2/2017).
Dikatakan Johan Murod, mengatasnamakan mewakili dewan pemuda Babel merasa prihatin karena bila tidak benar
berita itu merupakan fitnah yang besar. Padahal selama ini, pihaknya berupaya mengawal Pilkada
bersih. Sementara kalau benar, begitu menyedihkan hati karena tidak ada proses dari Bawaslu Babel atau menyampaikan informasi ini ke masyarakat.
“Minta penjelasan terang-benderang bahwa Babel urutan kedua temuan Money Politic. Terungkap, kalau tidak kami minta media tersebut untuk meminta maaf ke masyarakat babel. Harus diungkap, masalah itu,” tegasnya.
Dia juga mendapat informasi, pihak penyelenggara ada yang mengajak salah satu Paslon untuk berbuat curang dengan menawarkan Rp5 milliar. Untuk itu mereka meminta untuk menunda penetapan pemenang gubernur dan wakil gubernur terpilih pada Pilkada 2017.
“Mengajak berbuat tidak baik menawarkan Rp5 milliar ke paslon 2. Salah satu oknum KPU/penyelenggara demokrasi
menawarkan Rp5 milliar untuk gubernur sampai jadi. Ini ditolak mentah-mentah, apakah setelah ditolak ada Paslon yang mengambil alih? Ini yang jadi pertanyaan, kita minta Bawaslu menyampaikan ke penyelenggara untuk menunda penetapan pemenang,” urainya.
Ditambahkan, Anugra Bangsawan yang juga hadir dalam audiensi dengan Bawaslu Babel menilai kasus seperti ini dapat dijadikan perbaikan demokrasi di tingkat lokal. Temuan di depan mata tidak dilanjutkan hanya berdiam diri tanpa penyelesaian jelas. “Prosesnya demokrasi secara keseluruhan.
Kasus Money Politic tidak ditangani dengan baik. Keresahan kawan-kawan dari seluruh kabupaten/kota kita bawa kesini,” imbuhnya.
Suasana mulai alot, setelah Sekjen dewan pemuda Babel, Agus Adaw diberikan kesempatan berbicara. Katanya, selama tiga hari setelah pelaksanaan Pilkada situasi begitu kondusif. Kemudian mereka dikejutkan dengan rilis dari Bawaslu RI yang menguraikan ada tujuh temuan politik uang,
sehingga menempatkan Babel di posisi kedua setelah Provinsi DKI.
“Apakah Bawaslu Babel tahu dengan urutan kedua itu, tujuh temuan sudah tercover di Bawaslu daerah. Ini yang kami mohon penjelasan Bawaslu Babel. Bawaslu Babel jangan takut memaparkan tujuh temuan itu. Tolong masyarakat diberi penjelasan. Babel ini bukan hadiah, dengan darah dan air mata di perjuangkan,” katanya menggebu-gebu.
“Kami tidak bermaksud mendiskreditkan Bawaslu, bukan berarti yang tidak senang Paslon yang kalah. Kami ingin kredibilitas Bawaslu betul-betul netral,” jelasnya.
Dia merasa Bawaslu terakali oleh salah satu Paslon dalam temuan Money Politic di Belitung pada saat kampanye. Mengingat, apabila untuk menyantuni anak yatim, tidak perlulah sampai jauh-jauh ke Belitung. “Sepertinya Bawaslu terakali, bukan bodoh ya, hanya terakali oleh Paslon. Banyak kalau mau santuni anak yatim, tidak usah jauh-jauh ke Belitung. Jangan jadikan anak yatim itu alasan, untuk membenarkan perbuatan kotor,” tukasnya.
Lebih jauh, Pemuda Peduli Babel, Devisa merasa miris, karena antara Bawaslu RI dengan Bawaslu Babel tidak sinkron. Dari hasil rilis, temuan tujuh kasus Money Politic di Pilkada Babel, sementara Bawaslu Babel membantah tujuh temuan itu. “Selamatkan Babel dari politik kotor, usut tuntas pelaku Money Politic,” imbuhnya.
Dalam hal ini, PWI Babel berusaha menjadi penengah, diuraikan Rudi Syahwani pihaknya kaget atas penjelasan Ketua Bawaslu Babel karena membantah rilis resmi Bawaslu RI pada konferensi pers dengan awak media di Jakarta. “Dalam berita itu jelas disampaikan dalam konferensi pers,
pertanggungjawabannya 100 persen. Akuntabel, terkonfirmasi tiba-tiba Bawaslu Babel menyatakan tidak benar, mereka dapat data darimana. Kalau ini benar bagaimana pertanggungjawaban Bawaslu disini,” jelasnya.
Menurut Rudi, hal ini jelas bersumbernya darimana dan harus dapat dipertanggungjawabkan. “Yang jadi sumber kebohongan siapa, PWI siap kawal dengan semua elemen yang peduli Pilkada Babel karena kami menilai ada kebohongan yang dibantah, atau kebenaran yang dibantah. Kami
masih percaya apa yang disampaikan Bawaslu RI. Walaupun Bawaslu Babel membantah, ini ada indikasi menutupi kebenaran atau Bawaslu RI menyebarkan kebohongan,” urainya.
Sebelumnya, saat audiensi Ketua Bawaslu Babel, Bagong Susanto didampingi Kasek, Wardati dan tim asistensi Bawaslu Babel, Yandi membantah adanya tujuh temuan Money Politic seperti yang disampaikan Bawaslu RI. “Kita punya data, tidak ada temuan Money Politic, saat kampanye
memang ada temuan tapi sudah Clear, karena tidak masuk pidana Pemilukada. Kami akan menyurati Bawaslu RI mengklarifikasikan pernyataan mereka,” terangnya.
Sementara, Kasek Bawaslu Babel Wardati, mengapresiasi komitmen dan dorongan kawan-kawan terhadap Pilkada Babel. Semangat membangun tidak pernah luntur dari masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu. “Bentuk partisipasi masyarakat Babel. Saya sangat berterimakasih kehadiran
ini. Menanggapi pemberitaan ini, perlu disampaikan, jujur kami juga kaget pemberitaan ini. Harusnya Bawaslu provinsi kalau ada yang kurang pas harus segera berkoordinasi dengan Bawaslu RI, kita belum sempat berkoordinasi dan klarifikasi,” ujarnya.
“Sistem pelaporan tiap tahapan dilakukan, apakah yang ditampilkan sesuai kami sampaikan. Kami berjanji akan mengklarifikasi langsung. Kami yakinkan tidak ada sedikit pun menutupi atau tidak transparan. Harus akui kurang tersampaikan ke masyarakat,” tutup Wardati.
Sebagai penutup dalam audiensi itu, Johan Murod sepakat atas kelemahan Bawaslu Babel atas segala keterbatasan mereka. “Ini menjadi tanggungjawab moral kita bersama, jangan sampai lima tahun kedepan dipimpin gubernur terpilih hasil Money Politikc. Kita minta Bawaslu Babel segera menyurati Bawaslu RI, KPU RI menunda penetapan pemenang Pilkada Babel, jangan sampai ribuan masyarakat datang ke sekretariat Bawaslu Babel mempertanyakan hal itu,” tandas Johan Murod. [layout show=”1″]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan